Tiku, siberindo.co — Terkait informasi yang viral di media sosial tentang adanya dugaan anak dibawah umur yang diduga dilakukan RD, terhadap cucunya Meri, (5,5 tahun-bukan nama sebenarnya-red), di Sungai Karambia, Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, jajaran pemerintah kecamatan bersama Kapolsek Tanjung Mutiara langsung bereaksi.
Hal itu dibuktikan, saat mencuat di media sosial Kamis,(13/1), Kapolsek Tanjung Mutiara Iptu. Muswar Hamidi,SE,MH bersama Bhabinkamtimbas Nagari Tiu Utara Briptu Tornado, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengklarifikasi informasi tersebut.
Upaya klarifikasi itu, seperti dijelaskan Weri Ikhwan, Kasi.PMN Kecamatan Tanjung Mutiara, dilakukan Kapolsek Tanjung Mutiara bersama unsur terkait, dengan mendatangi kediaman terduga penganiayaan RD, namun saat didatangi, tim tidak menemukan yang bersangkutan di kediamannya.
Yang ditemukan di kediaman terduga penganiaya, hanya istrinya berinisial DH, yang langsung diberikan pencerahan dan mengundang terduga penganiaya untuk hadir Jumat,(14/1) besok pukul 11.00 WIB di Mapolsek Tanjung Mutiara untuk mengklarifikasi informasi yang kini viral di media sosial tersebut,tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan terduga RD terhadap cucunya tersebut.
“ Tim kecamatan Tanjung Mutiara langsung bergerak cepat. Dan kami sudah berkoordinasi dengan unsur terkait, bahkan Kapolsek Tanjung Mutiara langsung turun ke kediaman terduga penganiaya cucu tersebut untuk mengklarifikasi. Mudah-mudahan hal itu bisa segera menemukan titik terang dan ditindaklanjuti, “ sebut Weri Ikhwan.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, Kamis, (13/1), viral di media sosial milik masyarakat terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur, dimana dari share informasi yang dilansir media sosial tersebut, terlihat foto sang anak dengan beberapa luka lebam di bagian tangan bekas penganiayaan yang langsung direspon oleh pihak berwajib di kecamatan Tanjung Mutiara.
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di