Canduang, siberindo.co — Warga kecamatan Canduang, Selasa,(12/10) malam ini geger menyusul ditemukannya Nofrianto,(4) warga Guci Tabiang, Jorong XII Kampuang, Nagari Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang, dalam kondisi tewas dalam sumur.
Korban diduga meninggal akibat terjatuh masuk sumur tak jauh dari kediamannya, setelah 2 hari dinyatakan hilang. Diduga, korban mengidap penyakit ayan, dan diduga terjatuh masuk sumur saat penyakit yang dideritanya kambuh.
Upaya evakuasi mayat korban yang diduga sudah 2 hari berada dalam sumur itu, berlangsung cukup dramatis, bahkan tim Damkar Agam yang dipimpin Alek Youhendri, Danru Damkar Biaro, harus menggunakan perangkat khusus untuk mengevakuasi korban bersama aparat kepolisian setempat. Proses evakuasi sendiri, baru berhasil dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB, dimana korban ditemukan sejak Selasa sore.
Penemuan mayat korban atas nama Nofrianto itu dibenarkan Fauzi, Camat Canduang dalam relisnya Selasa malam ini.
Disebutkan, dugaan sementara korban Nofrianto yang akrab dipanggil Anto itu, terjatuh ke dalam sumur sejak Senin kemarin, karena keluarganya menyatakan tidak menemukan korban sejak kemarin.
Disebutkan Fauzi, korban Anto yang mempunyai riwayat penyakit ayan itu, diduga jadi penyebab korban jatuh ke dalam sumur yang cukup dalam tersebut, karena tidak diketahui keluarga dan warga lainnya, diduga korban meninggal usai terjatuh.
“Tidak ada indikasi lain, namun pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan, “ sebut Fauzi.
Penemuan Nofrianto yang sudah tak bernyawa dalam sumur tersebut, membuat heboh masyarakat setempat, dibuktikan sejak informasi penemuan mayat dalam sumur itu, warga langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian bersama aparat kepolisian dan pemerintah nagari setempat.
Sampai berita ini ditayangkan, mayat korban Anto masih berada di puskesmas Canduang untuk proses visum oleh pihak kepolisian bersama petugas medis dan unsur terkait lain.
Padang, Siberindo – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi PT Semen Padang yang telah menggelar donor darah di tengah pandemi COVID-19. Karena menurutnya,
Pesisir Selatan, Siberindo Gowes, memacu sepeda sambil menikmati keindahan alam sudah biasa. Tetapi menikmati keindahan alam sambil menelusuri jejak sejarah, ini hanya
Payakumbuh, Siberindo Semua elemen masyarakat, baik sipil dan militer, kini berjuang melawan penyebaran Covid-19. Virus ini harus distop dengan pola hidup bersih
Padang, Siberindo – Dalam mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada 12
Padang, Siberindo – Meskipun secara kultur orang Minang yang konsisten dengan ABS-SBK nya sulit terbawa arus untuk menjadi radikal atau berpaham radikalisme
Komentar