Tiku, siberindo.co — Dampak cuaca buruk di laut lepas kecamatan Tanjung Mutiara memakan korban.
Selasa,(12/10),sekitar pukul 08.00 WIB ditemukan seorang nelayan yang terapung diatas tutup fiber sekitar 9 mil dari pantai Tiku oleh nelayan dari Ujung Labung, Gasan Gadang Kabupaten Padang Pariaman dalam keadaan lemas.
Nelayan bernama Rico Ricardo Pangabean itu, berhasil diselematkan nelayan lainnya dan langsung dilarikan ke puskesmas Gadang Gadang untuk perawatan lebih lanjut. Namun 2 rekannya sesama nelayan, masih belum ditemukan hingga Selasa malam ini.
Informasi ditemukannya Rico Ricardo Pangabean itu dibenarkan Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan melalui Kasubag Humas Polres Agam AKP.N.Dt.Sati didampingi Kasat.Pol.Air Polres Agam AKP.Martono kepada Pers.
Dijelaskan, sesuai keterangan Rico Ricardo yang berhasil diselamatkan nelayan di Gaang Gadang itu, korban dia bersama 2 orang rekannya sesama nelayan masing-masing Situmorang, (52) dan Tumeang, (30) dengan menggunakan kapal nelayan jenis pompong lukah berangkat dari pantai Tiku , Sabtu,(9/10) sore menuju Sibolga, sambil mengambil lukah.
Pada hari Senin,(11/10), sekitar pukul 05.00 WIB, kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran sekitar 30 Mil dari pantai Tiku,kecamatan Tanjung Mutiara dan kapal kemudian tenggelam.
Melihat kondisi itu, ulas N.Dt.Sati, para ABK berupaya menyelamatkan diri menggunakan tutup fiber menuju ke tepi pantai, dan korban Rico Rikardo Panggabean ditemukan pertama kali oleh nelayan Ujung Labung, Gasan Gadang sekitar 5 mil dari Pulau Ujung Tiku, Nagari Tiku Selatan oleh Ujang Razali,( 63) dan Lakri,(37) nelayan asal Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Kedua nelayan tersebut, langsung menyelematkan Rico Ricardo, dan membawa korban ke Puskesmas Gasan Gadang untuk perawatan,” 2 orang korban lainnya masih belum ditemukan, “ujar Kapolres Agam melalui Kasubag.Humas Polres Agam itu.
Pihak Satpol.Air Polres Agam bersama unsur terkait lain, sudah melakukan koordinasi untuk upaya pencarian terhadap 2 nelayan yang dinyatakan hilang tersebut.
HARMEN/kaba12.com
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar