Pekanbaru, Siberindo.com — Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dari Universitas Riau melakukan pembinaan terhadap kelompok pembudidaya ikan melalui kegiatan diversifikasi produk nugget dan kerupuk sebagai hasil olahan ikan lele di Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (12/8).
Kegiatan yang dipusatkan di aula Masjid Nurul Hijrah, Jalan Gelugur, RW 03 itu juga diikuti oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), staf kantor kelurahan, dan masyarakat setempat.
Lurah Tangkerang Utara, Zulken menyambut baik terhadap program yang dilakukan mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Menurutnya, pembinaan diversifikasi produk olahan ikan lele adalah salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas produk tersebut.
“Kami atas nama Kelurahan Tangkerang Utara sangat mendukung program yang dilakukan adik-adik mahasiswa disini. Karena melalui program ini juga dinilai dapat memberikan kemajuan UMKM di Kelurahan Tangkerang Utara kedepan,” ujar Zulken.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan masyarakat dapat mengaplikasikan inovasi pengolahan produk ikan lele sebagai makanan sehat, bergizi dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Ikan lele memiliki kandungan protein yang tinggi, dan bagus untuk membantu pertumbuhan anak, maka produk olahan seperti nugget dan kerupuk ikan lele cocok dijadikan cemilan sehat bagi anak.
Sementara itu, Eka perwakilan pengurus PKK RW 13 mengaku senang dengan inovasi baru dalam mengolah ikan menjadi makanan sehat.
Ia mengakui, selama ini belum mengetahui secara detail tentang pengolahan ikan dengan inovasi terbaru.
“Pengolahannya bagus sekali. Kami sangat senang dengan adanya inovasi terbaru ini. Mudah-mudahan inovasi ini bisa ditiru oleh masyarakat dalam mengolah ikan secara higienis,” ungkapnya.
Ketua Tim Abdimas LPPM UNRI, Iesje menyebut, setiap ikan memiliki kadar air yang berbeda. Untuk ikan lele, dagingnya lebih dominan terlalu kenyal. Sedangkan tingkat kelembekannya terlalu rendah, sehingga dalam pengolahan adonan harus ditambah dengan air es. Sebab kalau ditambah dengan air biasa maka teksturnya akan menjadi keras.
“Untuk pengolahan daging ikan seperti ini harus ditambah air es secukupnya. Jangan ditambah dengan air biasa, karena itu akan membuat dagingnya jadi keras,” jelasnya.
(Bryan/kaba12.com)
Headline, News|Rabu, 30 September 2026 | 08:58 WIB
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami tingkat provinsi selama dua hari, 29–30 September 2026,
Headline, News|Selasa, 29 September 2026 | 08:27 WIB
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Pemerintah kini mengarahkan pembangunan tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan agar konektivitas memberikan manfaat nyata bagi
Headline, News|Senin, 28 September 2026 | 08:59 WIB
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti ruang publik adat Medan Nan Bapaneh, Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu
Headline, News|Sabtu, 26 September 2026 | 08:33 WIB
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Timnas Indonesia mengawali laga perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan manis setelah berhasil mengalahkan Timnas Singapura dengan skor 2-0 di
Headline, News|Jumat, 25 September 2026 | 09:30 WIB
SUMBAR.SIBERINDO.CO – Belakangan ini kita mendapatkan berita bahwa terdapat 2.002 kendaraan dinas atau plat merah Provinsi Sumatera Barat yang belum membayar pajak
Komentar