Lubukbasung, siberindo.co — Masyarakat Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, minta Pemkab.Agam bergerak cepat untuk menyelamatkan asset milik pemerintah (Pemkab.Agam) berupa areal tempat pemakaman umum (TPU) di Kampuang Baru, Sungai Jariang yang terancam hancur.
Bahkan, masyarakat menyayangkan, upaya penanganan Pemkab.Agam, khususnya BPBD Agam dalam mengatasi potensi kerusakan besar yang akan merusak asset daerah itu, terkesan lamban bahkan tidak fokus.
Pasalnya, ancaman longsor yang menggerus areal TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru itu, sudah sejak setahun terakhir terancam bahkan sudah 1 bulan terakhir, potensi ancaman itu sudah semakin tinggi, tidak hanya akan merubuhkan seluruh areal pemakaman yang sudah menjadi asset pemerintah itu, tapi juga mengancam areal pemukiman warga, bahkan tower jaringan listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang kini hanya berjarak
Pernyataan itu ditegaskan M.Ater Dt.Manambun, anggota komisi I DPRD Agam yang juga tokoh ninik mamak di wilayah itu, menanggapi pernyataan M.Lutfie, Kepala BPBD Agam yang menyebutkan, Pemkab.Agam masih dalam proses media dengan pemilik lahan untuk normalisasi aliran sungai yang menurutnya sebagai dalih dalam menuntaskan potensi ancaman bencana itu.
Pasalnya, tegas M.Ater Dt.Manambun, masalah lahan untuk rencana pengerukan aliran sungai yang berputar kearah tebing kompleks TPU itu, sebetulnya bukan persoalan,karena hal itu sudah dilakukan oleh pj.walinagari persiapan Lubukbasung bersama pemilik lahan.
“ Kami justru berharap, segera dilakukan langkah penanganan darurat untuk mengatisipasi ancaman kerusakan yang lebih parah di asset milik pemerintah itu, “ tegas M.Ater Dt.Manambun.
Untuk mengklarifikasi hal itu, pihaknya berencana akan berdiskusi dengan kepala BPBD Agam terkait dengan media yang dilakukan, termasuk langkah konkrit yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat, sehingga bisa menyelamatkan asset daerah, pemukiman warga dan mengantisipasi ambruk tower SUTET yang dampaknya akan sangat luar biasa bagi distribusi aliran listrik di Sumatera Barat.
Seperti diberitakan sebelumnya, terkait dengan upaya penanganan ancaman ambruknya seluruh areal TPU Pemkab.Agam, ditanggapi kepala BPBD Agam M.Lutfie yang secara normative menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi dampak kerusakan lebih parah di areal pemakaman umum tersebut.
Dijelaskan M.Lutfie, untuk jangka pendek sudah dilakukan pemindahan makam di tepi jurang dan hal itu sudah dilakukan, untuk pengamanan agar runtuhan tebing tidak meluas, maka akan dilakukan pemindahan jalur sungai, “saat ini sedang mediasi untuk penggunaãn tanah untuk jalur sungai, “ sebutnya.
Sementara untuk tower SUTET yang berjarak sekitar 5 meter itu, akan dikoordinasikan dengan PLN untuk segera mengatasinya.
HARMEN/kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di