oleh

Ancaman Longsor TPU Meluas, BPBD Agam Dituding Lamban

Lubukbasung, siberindo.co — Masyarakat Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, minta Pemkab.Agam bergerak cepat untuk menyelamatkan asset milik pemerintah (Pemkab.Agam) berupa areal tempat pemakaman umum (TPU) di Kampuang Baru, Sungai Jariang yang terancam hancur. Bahkan, masyarakat menyayangkan, upaya penanganan Pemkab.Agam, khususnya BPBD Agam dalam mengatasi potensi kerusakan besar yang akan merusak asset daerah itu, terkesan lamban bahkan tidak fokus.
Pasalnya, ancaman longsor yang menggerus areal TPU Pemkab.Agam di Kampuang Baru itu, sudah sejak setahun terakhir terancam bahkan sudah 1 bulan terakhir, potensi ancaman itu sudah semakin tinggi, tidak hanya akan merubuhkan seluruh areal pemakaman yang sudah menjadi asset pemerintah itu, tapi juga mengancam areal pemukiman warga, bahkan tower jaringan listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang kini hanya berjarak
Baca Juga  MTQ Tanjung Raya 2022 Siap Digelar, 12 Cabang Lomba Dipertandingkan
Pernyataan itu ditegaskan M.Ater Dt.Manambun, anggota komisi I DPRD Agam yang juga tokoh ninik mamak di wilayah itu, menanggapi pernyataan M.Lutfie, Kepala BPBD Agam yang menyebutkan, Pemkab.Agam masih dalam proses media dengan pemilik lahan untuk normalisasi aliran sungai yang menurutnya sebagai dalih dalam menuntaskan potensi ancaman bencana itu. Pasalnya, tegas M.Ater Dt.Manambun, masalah lahan untuk rencana pengerukan aliran sungai yang berputar kearah tebing kompleks TPU itu, sebetulnya bukan persoalan,karena hal itu sudah dilakukan oleh pj.walinagari persiapan Lubukbasung bersama pemilik lahan.
Baca Juga  Hadiri Muktamar PII di Balikpapan, Muzani Ajak Pelajar Cermat Memilih Pemimpin di Pemilu 2024
“ Kami justru berharap, segera dilakukan langkah penanganan darurat untuk mengatisipasi ancaman kerusakan yang lebih parah di asset milik pemerintah itu, “ tegas M.Ater Dt.Manambun. Untuk mengklarifikasi hal itu, pihaknya berencana akan berdiskusi dengan kepala BPBD Agam terkait dengan media yang dilakukan, termasuk langkah konkrit yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat, sehingga bisa menyelamatkan asset daerah, pemukiman warga dan mengantisipasi ambruk tower SUTET yang dampaknya akan sangat luar biasa bagi distribusi aliran listrik di Sumatera Barat. Seperti diberitakan sebelumnya, terkait dengan upaya penanganan ancaman ambruknya seluruh areal TPU Pemkab.Agam, ditanggapi kepala BPBD Agam M.Lutfie yang secara normative menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi dampak kerusakan lebih parah di areal pemakaman umum tersebut.
Baca Juga  Menko PMK Pimpin Pemakaman Azyumardi Azra, Tokoh Minang Hadir
Dijelaskan M.Lutfie, untuk jangka pendek sudah dilakukan pemindahan makam di tepi jurang dan hal itu sudah dilakukan, untuk pengamanan agar runtuhan tebing tidak meluas, maka akan dilakukan pemindahan jalur sungai, “saat ini sedang mediasi untuk penggunaãn tanah untuk jalur sungai, “ sebutnya. Sementara untuk tower SUTET yang berjarak sekitar 5 meter itu, akan dikoordinasikan dengan PLN untuk segera mengatasinya. HARMEN/kaba12.com

News Feed