Malalak, siberindo.co — Ruas jalan Sicincin-Malalak -Balingka (SIMAKA) yang dihondoh longsor di ruas jalan jorong Campago, Nagari Malalak Utara, Sabtu, (11/12) mulai dibersihkan petugas.
Proses pembersihan dilakukan menggunakan alat berarlt dari DPUTR Sumbar bersama aparat kecamatan dan tokoh masyarakat setempat.
Diharapkan, proses pembersihan bisa segera tuntas, agar jalan jalan yang tersekat di beberapa titik akibat longsor bisa dilewati dengan normal.
Proses pembersihan itu disebutkan Jerman Jendra St. Mantari, tokoh masyarakat setempat yang mendampingi proses pembersihan menggunakan alat berat Sabtu, dilakukan di ruas jalan Jorong Campago, Malalak Utara yang terdampak longsor akibat hujan lebat beberapa hari terakhir.
Proses pembersihan material longsor diharapkan juga dilakukan di titik lain, terutama di jalur Bukik Baapik dan titik-titik lain yang permukaan jalannya dipenuji lumpur, pasir dan batu-batu.
Sementara menyikapi kondisi cuaca saat ini, Rahman,, Asisten I Sekab. Agam, menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terutama jika melewati jalur jalan Simaka.
Disebutkan, dalam kondisi cuarah hujan tinggi saat ini, wilayah Kabupaten Agam, termasuk Malalak menjadi salah satu kawasan rawan bencana yang harus diwaspadai.
” Kami himbau masyarakat lebih waspada jika melintasi kawasan Malalak, jika cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya mencari jalur jalan lain, ” ungkap Rahman.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar