Lubukbasung, siberindo.co — Kasus kematian Ganti Akmal,(34) warga Cumateh, Jorong V Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, Rabu,(9/3) masih menuai polemic ditengah masyarakat. Banyak warga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kematian pelatih seni tradisi randai di Lubukbasung secara terang benderang.
Bahkan, Forum Komunikasi Piliang 14 (FKP14) Nagari Lubukbasung bereaksi keras dengan meminta kasus kematian Ganti Akmal, segera diusut oleh pihak kepolian melalui Propam dan mengumumkan pada masyarakat, terkait langkah penanganan yang dilakukan aparat.
FKP14 akan mengawal secara khusus laporan yang sudah disampaikan pada pihak Polres Agam, terkait adanya dugaan kesalahan prosedur dalam proses penangkapan terhadap Ganti Akmal, dan menuntut oknum yang terlihat dalam kasus itu dihukum berat, karena bertindak semena-mena dan diluar batas perikemanusiaan.
Hal itu ditegaskan Meirizal, ketua FKP14 Nagari Lubukbasung kepada kaba12.com, terkait kematian Ganti Akmal, salah seorang anak FKP14, yang menurutnya diluar kewajaran, dan diluar batas kemanusiaan, “ dia bukan residivis, kenapa saat penangkapan diperlakukan seperti itu, kami mengutuk keras kasus itu, “ tegasnya.
Disebutkan Meirizal, pihaknya bersama ninik mamak sudah menyatakan sikap dan mengutuk keras kasus tersebut, menuntut oknum yang terlibat dalam kejadian itu dihukum berat sesuai perbuatannya.
Ketua FKP14 Lubukbasung itu menyanyangkan profesionalisme oknum aparat yang terlibat dalam proses penangkapan Ganti Akmal itu, yang justru tidak melakukan tindakan terukur sesuai prosedur yang berlaku di kepolisian,” katanya presisi, nyatanya perlakuan masih tidak manusiawi sampai orang meninggal. Kami akan kawal kasus itu, “ tegasnya serius.
Kasus kematian Ganti Akmal, yang diduga terkait dengan adanya laporan kasus dugaan eksploitasi anak itu, membuat geger masyarakat Lubukbasung. Ganti Akmal meninggal, setelah terlibat duel dengan aparat Satreskrim Polres Agam yang berupaya menangkapnya di pondok kebun miliknya di Sungai Jariang.
Dalam proses penangkapan itu, Ganti Akmal disebutkan melakukan perlawanan sengit, bahkan menggunakan senjata tajam, sehingga terjadi pergumulan dalam pondok kecil berukuran 3×1,5 meter, bahkan menyebabkan seorang aparat kepolisian terluka.
HARMEN/kaba12.com










