Duo Koto, Siberindo.co — Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam saat ini tengah fokus membenahi objek wisata guna menggeliatkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Walinagari Duo Koto Joni Safri menuturkan, sejumlah destinasi wisata kini pun mulai dibenahi untuk mendukung pengembangan pariwisata di Nagari Duo Koto.
Ia menyebut, sejumlah jenis-jenis pariwisata seperti wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, hingga wisata pertanian juga akan dikembangkan secara optimal.
“Sekarang kita sedang membenahi satu persatu sejumlah destinasi wisata agar kunjungan wisatawan bisa kembali meningkat. Sehingga nantinya mampu memberikan multiplier effect yang akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Joni Safri kepada KABA12.com, Jum’at (10/12).
Ia menyebutkan, selain terkenal dengan objek wisata Linggai Park yang dikelola oleh Pemkab Agam, Nagari Duo Koto juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik dan patut dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satunya adalah Pesona Wisata Batu Gadang yang terletak di Taban, Jorong Railia.
“Destinasi wisata Batu Gadang itu memiliki view yang sangat indah berupa pemandangan alam dengan latar persawahan dan Danau Maninjau dari ketinggian,” ujarnya.
Joni menambahkan, selain objek wisata tersebut pihaknya juga bakal mengelola destinasi wisata peternakan dan perkebunan dengan konsep agrowisata.
“Saat ini destinasi agrowisata itu belum terkelola secara maksimal, namun itu akan menjadi target kita tahun depan untuk membenahi dan mengembangkannya agar bisa menjadi salah satu destinasi unggulan di Duo Koto,” ungkapnya.
Ia menyebut, potensi agrowisata yang terdapat di Duo Koto contohnya seperti peternakan sapi dan kambing etawa, serta perkebunan kopi.
Disamping itu, kuliner dan souvernir juga dinilai menjadi salah satu daya tarik wisata di Nagari Duo Koto. Berbagai macam kuliner dan souvernir atau cendera mata, kata dia, juga akan disiapkan untuk memanjakan wisatawan.
“Produk kuliner yang dimiliki Nagari Duo Koto masih terfokus pada olahan ikan endemik Danau Maninjau seperti peyek rinuak, palai rinuak, perkedel rinuak, rendang rinuak, palai bada, dan sebagainya. Sedangkan untuk souvenir disiapkan dengan berbagai macam jenis misalnya topi, tas, baju, hingga perlak meja yang terbuat dari hasil olahan sampah,” sebutnya.
Guna memaksimalkan pengembangan pariwisata di Duo Koto, pihaknya telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengelola seluruh potensi wisata yang ada. Disisi lain, seluruh potensi wisata itu akan dikembangkan secara bertahap dan menjadi salah satu target yang akan digarap pada tahun 2022
“Kita berharap Pokdarwis Duo Koto ini betul-betul serius dalam menjalankan program kerjanya untuk mengembangkan sektor pariwisata. Kita dari pemerintah nagari akan siap membantu dan mendukung segala program yang akan dilakukan oleh Pokdarwis,” katanya.
(Bryan/KABA12.com)
Siberindo.co- Diskusi terkait haji tidak akan pernah habisnya, mulai dari sebelum keberangkatan, hari H sampai kepulangan ke tanah air jadi hal menarik
Universitas Jayabaya secara resmi mengukuhkan Prof. (HC) Dr. (HC) Ary Baca Juga Pemnag Duo Koto Matangkan Persiapan Jelang Penilaian Lomba Posyantek Tingkat
Siberindo.co – Menulis sebagai tindakan intelektual di kalangan mahasiswa harus terus ditumbuhkembangkan. Karena menulis bukan sekadar dokumentasi. Menulis adalah memberi makna dan
Siberindo.co – Masyarakat terdampak bencana Banjir dan longsor di Kelurahan Kapalo Koto dan sekitarnya Kecamatan Pauh Kota Padang menerima bantuan paket uang
Komentar