Malalak, siberindo.co — Jalur jalan propinsi ruas Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka) masih dibayangi ancaman longsor besar menyusul masih tingginya curah hujan di kawasan itu Jumat,(10/12).
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12.com, Jumat,(10/12) malam, ancaman longsor mulai terlihat di ruas jalan Jorong Campago, Nagari Malalak Utara, dimana tumpahan material longsor banyak menghambat badan jalan.
Walau akses jalan belum sepenuhnya putus, namun banyak pengguna jalan yang mulai kuatir akan potensi longsor besar di ruas tersebut, karena di jalur jalan itu memang dikenal rawan ancaman longsor bahkan kejadian serupa sudah kerap terjadi.
Seperti informasi yang diperoleh kaba12.com dari Jerman Jendra St.Mantari, tokoh masyarakat Malalak Jumat malam, ancaman longsor justru sudah mulai terlihat sejak Kamis malam, menyusul tingginya curah hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di wilayah Malalak.
Sebelumnya, di titik tak jauh dari kawasan yang longsor Jumat malam, luberan material pasir, lumpur dan batu-batu sudah mulai turun memenuhi permukaan jalan, “ malam ini, longsor terjadi persis di bawah puskesmas Campago, “ ungkap Jerman Jendra.
Tokoh masyarakat Malalak itu sendiri, sudah melaporkan hal itu pada pihak terkait untuk proses pembersihan ruas jalan Simaka yang terdampak longsor tersebut, termasuk melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya ancaman longsor susulan.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar