Malalak, siberindo.co — Kondisi ruas jalan Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka) masih rawan dilewati pengguna jalan. Pasalnya pasca hujan lebat yang terjadi beberapa waktu belakangan, makin menggerus tebing di tepi jalan, membuat material pasir, lumpur dan batu-batu banyak memenuhi permukaan jalan di beberapa lokasi.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, ruas jalur Simaka, khususnya di kawasan jalan Batu Baapik, Malalak, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan longsor, kembali dipenuhi material lumpur dan pasir yang sudah menutupi mayoritas badan jalan.
Walau volumenya tidak begitu besar, namun akses jalan sangat sulit untuk dilewati kendaraan, baik sepeda motor, maupun kendaraan roda empat dengan bodi rendah, karena rentan tersekat di material lumpur dan pasir.
Kondisi itu dibenarkan Jerman Jendra St.Mantari, tokoh masyarakat Malalak yang juga staf kantor camat Malalak yang memantau kondisi ruas jalan Simaka Jumat,(10/12).
Disebutkan, ruas jalan di Bukik Baapik, yang beberapa waktu belakangan terdampak longsor, masih dipenuhi material pasir, lumpur dan batu-batu, yang merata sepanjang lebih dari 200 meter, “ kondisi jalan sangat sulit dilewati kendaraan, karena endapan lumpur dan panjang yang cukup tinggi, “ ungkapnya.
Untuk mengantisipasi dampak yang berpotensi dialami pengguna jalan, pihaknya menghimbau warga untuk sementara menghindari ruas jalan yang rawan tersebut, karena saat ini, potensi hujan yang cukup tinggi dan kondisi ruas jalan yang rawan, dikuatirkan berdampak terhadap pengguna jalan di kawasan itu.
Pihaknya, bersama tim Koramil IV Koto, Jumat juga sudah memantau ke lokasi dan sudah melaporkan kondisi terkini tersebut pada pihak terkait dan diharapkan bisa dilakukan penanganan dalam waktu dekat, “ kita akan terus memantau perkembangan kondisi jalan itu di lapangan, “ sebut Jerman Jendra St.Mantari lagi.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar