Maninjau, siberindo.co — Puluhan narapidana dan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang, Jum’at (10/9).
Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Desrianto menyebutkan, pihaknya bersama seluruh warga binaan pemasyarakatan atau narapidana turut berduka cita atas insiden yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9) dinihari kemarin. Sebagai bentuk rasa belasungkawa kepada korban, pihaknya melaksanakan salat gaib dan doa bersama di mushala rutan setempat.
“Kami juga ikut berduka atas peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Semoga amal dan ibadah para korban diterima disisi-Nya,” kata Desrianto kepada KABA12.com.
Ia juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan. “Semoga keluarga korban yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan keikhlasan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi kebakaran dari korsleting listrik, pihak Rutan Kelas IIB Maninjau telah melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap jaringan instalasi listrik di rutan setempat. Pengecekan yang melibatkan petugas PLN itu dilakukan, Kamis (9/9) kemarin.
“Kemarin kita bersama petugas PLN telah mengecek kondisi seluruh jaringan instalasi listrik di rutan. Baik di ruangan kantor, kamar hunian narapidana, hingga bagian dapur. Semua dicek oleh petugas untuk mengantisipasi korsleting listrik,” katanya.
Sebelumnya insiden kebakaran hebat terjadi di Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (8/9) dinihari kemarin. Peristiwa tersebut langsung menewaskan 41 orang narapidana. Namun jumlah korban jiwa kini bertambah 3 orang, sehingga total narapidana yang tewas akibat peristiwa itu berjumlah 44 orang.
Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik atau hubungan pendek arus listrik di salah satu blok lapas. Namun kasus ini masih ditangani pihak kepolisian untuk mendalami penyebab kebakaran.
(Bryan/KABA12.com)
JAKARTA – Di tengah derasnya arus disinformasi dan tekanan yang terus menghimpit industri media, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memilih menyalakan tanda
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian dan
Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong pemerintah kabupaten dan kota segera melakukan penyesuaian kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusul terbitnya Permendagri
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Komentar