Malalak, kaba12.com — Pasca terdampak longsor di ruas Jorong Balai Badak, Nagari Malalak Timur, kecamatan Malalak, jalur jalan Sicincin-Malalak-Balingka (SIMAKA), sejak Minggu malam, Senin,(10/5) siang ini sudah bisa dilewati kendaraan.
Proses pembersihan material longsor menggunakan alat berat milik DPUTR Sumbar bersama personil TNI dari Koramil 08/IV Koto, Kodim 0304/Agam, berhasil menuntaskan proses pembersihan material longsor, sekiar pukul 12.00 WIB siang ini, dan ruas jalan SIMAKA yang terputus sejak Minggu malam sudah kembali bisa dilewati.
“ Alhamdulillah, cuaca mendukung proses pembersihan, sehingga dalam kurun waktu 3 jam proses pembersihan selesai dan ruas jalan sudah bisa kembali dilewati kendaraan, “sebut Kapten Inf. Army P.Nasution, Danramil IV Koto menjawab kaba12.com.
Walau demikian Danramil IV Koto itu, mengingatkan masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi ruas jalan tersebut, untuk tetap waspada dan hati-hati, pasalnya kondisi jalan pasca longsor di Limo Badak tersebut, masih labil dan licin, karena bekas pembersihan material lumpur yang licin karena berisiko jika pengendara tidak hati-hati melewai jalur tersebut.
Disisi lain, Kapten Army Parulian Nasution menyebutkan, ruas SIMAKA menjadi salah satu ruas jalan yang makin padat dilewati kendaraan, apalagi suasana menjelang lebaran saat ini, sehingga ruas jalan propinsi itu, menjadi salah satu objek perhatian yang diawasi khusus oleh personil TNI untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
HARMEN
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar