Padang, siberindo.co — Luar biasa. Harga kepala sawit di Sumatera Barat menembus angka Rp. 4.518,45 per kg.
Angka itu, merupakan harga tertinggi yang ditembus setelah dilakukan pertemuan pembahasan harga kelapa sawit tingkat Sumbar di Padang, Kamis, (10/3) menghadirkan berbagai unsur terkait.
Pertemuan rutin untuk penetapan harga tandan buah segar (TBS) kepala sawit yang dihadiri ketua Asosiasi Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumbar Jufri Nur, SE, MM, bersama kepala dinas Koperindag- UMKM Sumbar, para pengusaha kelapa sawit dan unsur terkait lain.
Disebutkan Jufri Nur, penetapan harga kelapa sawit Rp. 4.518,45 per kg, merupakan harga tertinggi yang ditembus di Indonesia, ” Alhamdulillah, penetapan harga untuk pekan ini adalah yang tertinggi, ” sebutnya
Disebutkan, angka tertinggi kelapa sawit saat ini, menyesuaikan perkembangan kondisi dunia dengan ragam aspek yang jadi kajian sebelum penetapan harga.
Ditambahkan, saat ini harga tertinggi kelapa sawit di Indonesia dipegang Sumbar, ” Riau dan Sumut masih dikisaran Rp. 4.100″ jelas Jufri Nur.
Ketua DPW APKASINDO Sumbar itu mengaku puas dengan penetapan harga itu, karena dengan harga tertinggi itu akan sangat membantu para petani kelapa sawit saat ini.
HARMEN/kaba12.com
Padang, Siberindo Dalam tahun 2025 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumbar berhasil melaksanakan konsolidasi pengurus di kabupaten/kota. Sampai akhir tahun 2025,
Payakumbuh, Siberindo Dari publikasi Pemko Payakumbuh melalui media sosial Instagram (IG) yang dilihat publik pada hari Kamis 1 Januari 2026 tertulis postingan
Limapuluh Kota, Siberindo Dipenghujung tahun 2025, Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Limapuluh Kota periode 2025-2030 dikukuhkan di Aula Kantor Bupati
Payakumbuh, Siberindo Menyikapi pemberitaan beberapa media online terkait Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta akan tetap lanjut membangun pasar induk Payakumbuh di atas tanah
Payakumbuh, Siberindo Kisruh antara Pemko Payakumbuh dengan Niniak Mamak soal tanah ulayat Nagari Koto Nan Ompek di bekas Pasar Syarikat Payakumbuh yang