Lubukbasung, siberindo.co — Pemkab.Agam melalui Disparpora Agam dituntut lebih fokus dan serius dalam mengelola gedung dan kawasan GOR Rang Agam, karena menjadi salah satu sarana utama dalam melayani masyarakat.
Pasalnya, keberadaan GOR Rang Agam yang saat sudah dijadikan kompleks kegiatan berskala besar, baik untuk kegiatan olahraga, kesenian dan berbagai acara kenduri pribadi itu, semakin tidak terkelola dengan baik, bahkan kualitas fasilitas pendukung juga semakin menurun.
Hal itu dikeluhkan M.Ater Dt.Manambun, anggota Komisi I DPRD Agam, yang mengaku prihatin dengan kondisi GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung yang keberadaannya sudah semakin “melemah”karena semakin kurangnya kualitas sarana pendukung.
Yang paling dirasakan, terutama minimnya sarana penerangan di area luar dalam dalam gedung GOR, sehingga banyak kegiatan yang digelar di malam hari, dengan penerangan seadanya, “ banyak nyaris bergelap-gelap, “ ungkapnya.
Yang memprihatinkan, selaku Ketua Perguruan Gojukai Agam, saat pihaknya menggelar event Kejurwil Gojukai 2022 di GOR Rang Agam, yang ditutup Minggu tadi malam, sarana penerangan terutama lampu dalam GOR yang terkesan seadanya.
“ Kita prihatinnya, karena mengundang tamu-tamu dari luar propinsi, sarana kita seperti itu, prihatin kita, “ ungkap anggota fraksi Berkarya-Hanura-PBB DPRD Agam itu.
Disebutkan, pihaknya akan mempertanyakan hal itu pada Pemkab.Agam, khususnya pihak terkait dengan pengelolaan GOR Rang Agam, karena menurutnya keberadaan sarana gedung serbaguna itu, sangat dibutuhkan masyarakat, bahkan menjadi ikon penting bagi kabupaten Agam untuk dipromosikan ke daerah lain di seluruh Indonesia.
M.Ater Dt.Manambun juga berharap, unsur terkait dengan pengelolaan GOR Rang Agam itu, bisa fokus dan serius dalam menangani sarana olahraga yang semakin padat kegiatan tersebut, karena bagi masyarakat, GOR Rang Agam adalah kebanggaan dan pemerintah punya tanggung-jawab dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.
HARMEN/kaba12.com
Lubuk Sikaping, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pasaman periode 2025-2030 dengan Ketua Drs. H. Yasri Uripsyah, M.Si resmi dikukuhkan
Padang, Siberindo Dalam rangka penguatan kapasitas dan silaturahmi, Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, berkunjung ke
Padang, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap terjadinya bencana alam Banjir bandang dan tanah longsor,
Payakumbuh, Siberindo Polemik pengelolaan pasar syarikat atau pasar induk Payakumbuh pasca musibah kebakaran beberapa bulan yang lalu, terus berlanjut. Masing-masing pihak, baik
Jakarta, Siberindo Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun. Demikan ummat Islam diajarkan apabila tertimpa musibah, baik bencana alam maupun meninggal dunia. Ribuan rumah,