Koto Kaciak, siberindo.co — Sejumlah warga Kandi, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam berinisiatif menambal jalan provinsi yang rusak dan berlubang menggunakan semen, Kamis (9/12). Hal ini dilakukan lantaran belum adanya tindakan dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.
Pantauan KABA12.com dilokasi, sejumlah warga terlihat bergotong royong menambal badan jalan yang rusak menggunakan adukan semen. Seorang warga diantaranya juga mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan.
Kondisi jalan penghubung Lubukbasung-Bukittinggi yang rusak itu sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu akibat tergerus air hujan dan sering dilalui kendaraan besar.
Salah seorang warga setempat, Anjas Prima (54) menuturkan, perbaikan jalan menggunakan semen hanya dilakukan di satu titik persisnya di Simpang Kandi. Ia menyebut, kondisi kerusakan jalan berstatus provinsi itu sudah cukup parah, bahkan pernah memakan korban sekitar 6 bulan yang lalu.
“Ini kami lakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak dan berlubang. Sebab jika masih dibiarkan maka akan mengancam keselamatan para pengendara,” ujarnya kepada KABA12.com.
Ia mengatakan, perbaikan jalan dengan semen dilakukan secara swadaya menggunakan dana pribadi dan sumbangan masyarakat.
“Kami berinisiatif menambal jalan berlubang sebagai wujud kepedulian sosial,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui dinas terkait seharusnya cepat tanggap dalam mengatasi jalan rusak tersebut.
“Kami berharap pemerintah melalui Dinas PU harus cepat mengatasi kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Kalau bisa jangan hanya di tambal saja, tapi diaspal ulang kemudian diperlebar agar akses lalu lintas menjadi lebih lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi jalan raya penghubung Lubukbasung-Bukittinggi terutama di wilayah Kecamatan Tanjung Raya sangat memprihatinkan karena masih banyaknya ruas jalan yang rusak dan berlubang.
Sejumlah titik jalan rusak dan berlubang di Kecamatan Tanjung Raya yaitu di Pauah Taruko, Simpang Ambacang, Rambai, Simpang Kandi, Simpang Tanjuang Batuang, Pasar Ahad, dan kawasan Kelok 44.
(Bryan/KABA12.com)
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar