PADANG, Siberindo – Peningkatan pasien Covid-19 dalam sepekan belakangan di Padang menyebabkan tempat karantina di rusunawa Rumah Nelayan di Kecamatan Koto Tangah, penuh. Pemko Padang menyiapkan tempat karantina baru.
“Tempat karantina rumah nelayan penuh, kita akan upayakan lokasi-lokasi lain seperti Asrama Haji dan balai-balai yang ada di provinsi,” ujar Wali Kota Padang Hendri Septa seperti dilansir Pemko Padang, Jumat (9/7/2021).
Beberapa hari terakhir ini, penambahan kasus Covid-19 di Kota Padang tinggi. Kamis (8/7/2021), terdapat penambahan 365 kasus baru. Sehingga total ada 24.618 kasus konfirmasi positif covid-19.
Rumah Karantina Kampung Nelayan ini disiapkan sebanyak 177 tempat tidur yang di bagi menjadi dua blok, dimana blok I diisi pasien yang baru saja masuk atau baru di nyatakan positif. Sementara Blok kedua, di isi oleh pasien yang telah negatif atau pasien yang akan pulang.
Menurut Hendri, pihak pemerintah pusat sudah memperbolehkan Asrama Haji untuk digunakan sebagai tempat karantina pasien covid-19.
Selanjutnya terang Hendri, Pemko Padang akan berkoordinasi dengan pihak pengelola Asrama Haji terkait rencana pemakaian gedung tersebut sebagai tempat karantina pasien covid-19.
“Namun saat ini, Pemprov Sumbar membantu Pemko Padang dalam menyiapkan lokasi atau tempat karantina pasien covid-19,” ucapnya.
Pemko Padang terang Hendri, akan terus berupaya menekan angka penularan covid-19, sehingga kasus Covid-19 tidak melonjak naik.
Saat ini kata Hendri, Kota Padang berada di zona oranye. Untuk itu, pihaknya harus berhati-hati agar Kota Padang tidak masuk ke zona merah.
Oleh karena itu, Hendri mengharapkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes).
“Jika kita bersama-sama komit dengan prokes ini, kita optimis bisa menekan angka penularan covid-19,” tutur Hendri.(ak/padangindo.com)











Komentar