Lubukbasung, siberindo.co — Ketua DPRD Agam, Dr. Novi Irwan, dukung penuh peralihan status Institut Agama Islama Negeri (IAIN) Bukittinggi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syeikh Djamil Djambek Bukittinggi-Agam.
Hal itu disampaikan Dr. Novi Irwan, S.Pd, MM saat menghadiri visitasi alih bentuk IAIN Bukittinggi di Kampus II IAIN Bukittinggi, Selasa (7/12). ” Kami sangat mendukung peralihan IAIN Bukittinggi menjadi Universitas Islam Negeri Syeikh Djamil Djambek Bukittinggi- Agam,” ujarnya.
Tidak hanya mendukung peralihan status, Ketua DPRD Agam itu juga berharap UIN Syeikh Djamil Djambek Bukittinggi-Agam dapat menjadi kampus Islam terkemuka di Kabupaten Agam, yang menjadi pusat pendidikan Islam, pusat kajian peradaban Islam dari generasi ke generasi.
Secara khusus, ketua DPRD Agam itu, juga mengajak semua pihak, baik pemerinah daerah maupun masyarakat luas untuk mendukung peralihan status IAIN Bukittinggi untuk kemajuan umat, kemajuan peradaban Islam di kemudian hari, dan menyiapkan generasi yang hebat, unggul dalam aqidah, taat ibadah, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil dalam kehidupan menjadi tokoh- tokoh besar umat dan bangsa di kemudian hari.
Hadir dalam acara itu, Walikota Bukittinggi, Erman Safar, Ketua DPRD Bukittinggi, Beni Yusrial, Rektor IAIN Bukittinggi, Dr. Ridha Ahida, M.Hum, Rektor IAIN Padang Sidempuan, Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL dan ketua tim dari Kemenpan RB-RI.
HARMEN/kaba12.com
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar