Bukittinggi, siberindo.co — Dua pekerja galian drainase di kawasan Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang tewas tertimbun runtuhan tembok dari galian yang ia kerjakan, Senin (08/11).
Kepala BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudra, menjelaskan, kejadian tersebut berawal dari pelaksanaan pekerjaan galian drainase yang dikerjakan sekitar 10 pekerja.
Ketika dua orang pekerja itu berada di kedalaman sekitar 2 meter, tiba tiba terjadi longsor dan pergerakan tanah, hingga menewaskan dua pekerja itu.
“Sekitar jam 15.00 WIB atau jam 3 sore, terjadi pergesaran dinding akibat longsor. Sehingga kedua pekerja atas nama Jodi (27) asal Pasaman dan Heri (33) asal Palupuah, diperkirakan terjepit antara tembok tersebut dan tertimbun longsor. Saat di cek, kondisinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” jelas Ibentaro.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, Damkar, Tagana dan sejumlah relawan serta TNI Polri, tengah melakukan evakuasi terhadap korban. Prosesnya memang sedikit sulit, mengingat akses jalan yang sempit dan lokasi yang cukup mengkhawatirkan.
Sumbar, Siberindo- Setelah 19 Karyawan Bank Nagari, Sumatera Barat terpapar covid 19, kini giliran ajudan Wakil Gubernur juga dinyatakan positif. Wakil Gubernur
Padang Pariaman, Siberindo – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan Kantor Pertanahan Kabupaten
PADANG- Sedikitnya, 3.772 unit rumah tidak layak huni di Sumatra Barat (Sumbar) akan dibedah. Program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum
Bukittinggi, Siberindo Ketua Umum DPP Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) DR. H. Alirman Sori, SH.,M.Hum.,MM mengadakan silaturahmi dan ramah tamah dengan PKPS
Komentar