oleh

Kapolres Agam Lepasliarkan 2 Ekor Elang Brontok, Muaro Putuih Jadi Habitat Yang Pas

Muaro Putuih, siberindo.co — Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, didampingi Kasatpol.Air Polres Agam AKP. Martono, tim BKSDA Agam, Kasubag.Humas Polres Agam AKP.Nurdin Dt.Sati, walinagari Tiku V Jorong dan tokoh masyarakat setempat lepasliarkan 2 ekor burung elang brontok di depan Mako.Satpol.Air Polres Agam di Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Rabu,(8/9). Pelepasan satwa dilindungi di habitatnya itu, merupakan salah satu wujud perhatian dan komitmen bersama dalam menegakkan ketentuan tentang perlindungan hewan yang dilindungi sesuai ketentuan UU yang berlangsung.
Baca Juga  Tersisa 34 Kasus di Agam, Covid-19 Hari Ini 4 Positif 7 Sembuh
Keberadaan Elang Brontok sendiri, merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi dan langka, dimana 2 ekor elang brontok yang dilepasliarkan ke habitatnya itu, sebelumnya setelah tim BKSDA Agam melakukan serangkaian proses sesuai aturan yang berlaku. Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, melalui AKP.N.Dt.Sati, Kasubag.Humas Polres Agam, pelepasan 2 ekor satwa dilindungi jenis elang brontok ke habitatnya di kawasan lepas pantai Muaro Putuih, persis di depan Mako.Satpol.Air Polres Agam itu, merupakan salah satu wujud komitmen bersama jajaran penegak hukum dalam upaya melindungi satwa-satwa langka dan terancam punah.
Baca Juga  Safari Ramadhan ke Mesjid Ujung Kampung Nagari Pilubang, Wabup Padang Pariaman: Ciptakan Suasana Kondusif
Kapolres Agam itu, berharap seluruh masyarakat bisa menjaga habitat satwa, termasuk burung langka jenis elang brontok yang keberadaannya saat ini sangat sulit ditemukan dan diharapkan, dengan upaya saling melindungi, burung elang brontok itu bisa berkembang biak di wilayah kabupaten Agam,khususnya di Muaro Putuih.
Kapolres Agam juga menghimbau masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap terhadap upaya melindungi satwa-satwa langka, dengan segera menghubungi BKSDA Agam, agar hewan-hewan yang harus dilindungi bisa berkembangbiak di kabupaten Agam, dengan dilepaskan di habitatnya, sebagai wujud perhatian dan perlindungan bersama yang harus terus dilakukan, “ bersama kita lindungi hewan-hewan yang habitatnya terancam,”ungkap N.Dt.Sati.
Baca Juga  Pergerakan Kasus Positif Masih Tinggi, 31.034 Warga Agam Sudah Divaksin Covid-19
HARMEN/kaba12.com

Komentar

News Feed