oleh

Ketum Gema Santri Nusa: Jangan Mudah Diadu Domba Atas Nama Ummat dan Agama

MEDAN, Siberindo.co – Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa ) KH. Akhmad Khambali, SE, MM mengimbau masyarakat  agar jangan mudah terpancing dalam konflik yang membawa-bawa nama ummat dan agama. Bisa jadi mereka yang selalu membawa nama agama, sesungguhnya ada target lain yang hendak dicapainya.

Khambali menilai akar permasalahan konflik yang membawa-bawa nama ummat dan agama sering kali bukan dikarenakan agama,” kata Khambali dalam relisnya yang diterima Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co, Kamis (8/7).

Pernyataan ini dilontarkan Ahmad Khambali menyusul sering terjadinya persoalan-persoalan rumah ibadah dan wakaf rumah ibadah yang selalu membawa label demi ummat dan agama.

Agama dan ummat hanya dipakai untuk bertikai dan yang memakainya ada kepentingan di luar ummat dan agama,” kata Kyai Khambali.

Kyai Khambali berpendapat pertikaian yang membawa-bawa nama ummat dan agama hendaknya segera diusut. Apakah benar memang konflik ummat/agama atau konflik kepentingan lain. Tak jarang, kata Kyai Khambali, konflik itu sebenarnya adalah konflik ideologi antara segelintir pihak tertentu.

Baca Juga  Almarhum KH.Rizali M.Noor Dinyatakan Negatif Covid 19 Akan Dimakamkan di Kalsel

Khambali menambahkan,  Indonesia perlu National Security Act untuk menangkap kejahatan yang berbasis ideologi sejak dini. Jangan kalau sudah jadi teroris baru ditangkap.

Untuk Itu,  Khambali selaku Ketua Umum Gema Santri meminta peran sentral MUI khususnya di Sumatera Utara sebagai penyejuk kedamaian, keharmonisan, keteduhan dan tempat bersandar serta sbg tempat mauidhoh hasanah. Jangan sampai MUI lebih bermuatan politis dan pragmatis.

Khambali berharap, jangan sampai para ustadz mudah disusupi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab dan penyebaran berita-berita hoax.

Baca Juga  Dansatgas TMMD Ke-110 Kodim 0319 Mentawai Beri Bantuan Kitab Suci Al-Quran

Sebab namanya berita hoax itu dibuat oleh orang pintar tapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh. Maka dari itu perlu unsur kehati-hatian dan perlu tabayyun ke pihak yang memahami substansi persoalan.

Maka kata Nabi :   “Kejahatan yang terorganisir dengan baik, maka akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.” Maka kita perlu waspada, ucap Kyai Khambali sembari mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad Saw. (at)

Komentar

News Feed