oleh

Plt. Kakamenag Sumbar: Kepala Madrasah Jadi Terdepan Wujudkan Moderasi Beragama

PADANG PARIAMAN, Siberindo.co– Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat ingatkan jajarannya untuk menjauhkan sifat saling memfitnah, menghujat, adu domba dan menyimpan dendam terhadap seseorang. Karena sifat tersebut tidak baik dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara di Kementerian Agama.

Demikian diungkapkan Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Syamsuir ketika membuka Penguatan Moderasi Beragama Kurikulum Madrasah Tahun 2021 Provinsi Sumatera Barat, Selasa (8/6/2021) di aula MAN IC Sintuak Kabupaten Padang Pariaman. Penguatan Moderasi Beragama dihadiri 160 peserta Kepala Madrasah Aliyah Negeri dan MTsN se-Sumatera Barat.

Sebagaimana dilansir Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co,  Syamsuir mengatakan, melalui kegiatan penguatan moderasi beragama ini diharapkan akan terbangun pikiran, sikap dan tingkah laku yang saling menghargai. Para kepala madrasah menjadi bagian terdepan dalam mewujudkan moderasi beragama di lembaga pendidikan madrasah. Jika kepala madrasahnya berkarakter moderasi beragama, tentu akan menjadi contoh bagi para guru dan para siswanya.

Baca Juga  Polsek Tanjung Raya Gencarkan KRYD, Himbau Warga Patuhi Prokes

“Di sinilah pentingnya penguatan moderasi beragama dalam kurikulum madrasah tahun 2021. Insya Allah penguatan moderasi beragama ini masuk dalam kurikulum melalui mata pelajaran PPKn,” kata Syamsuir yang juga Kepala Kemenag Kabupaten Solok Selatan.

Menurut Syamsuir, moderasi beragama merupakan program unggulan pertama dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Sebagai perpanjangan tugas dari Menteri Agama tersebut, maka jajaran Kementerian Agama, termasuk kepala madrasah harus memahami, bersikap dan berkarakter moderasi beragama. “Jajaran kepala madrasah jangan mengeluh dalam menjalankan tugas, termasuk mewujudkan moderasi beragama di linkungan tugasnya. Tapi mari terus berbuat  dan bekerja di Kementerian Agama dengan karakter yang sesuai moderasi beragama,” kata Syamsuir.
Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Dr. Rahmat Tuanku Rahmat yang tampil sebagai narasumber menyebutkan, keragaman dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama merupakan anugerah dari Tuhan. Tapi walaupun beragam warna kulit, banyak suku bangsa, berbeda agama, tersebar di ribuan pulau, tetap satu yakni Indonesia.

Baca Juga  Terkait Hasil Verfak, Fakhrizal Minta TD Ditelusuri Ulang

“Keragaman yang dimiliki Indonesia harus dikelola dengan baik. Karena keragaman tersebut sesungguhnya  merupakan potensi besar membangun Indonesia ke depan. Potensi yang besar dan beragam tersebut bisa menjadikan Indonesia negara besar. Sehingga ada pihak lain yang tidak ingin Indonesia jadi besar melakukan berbagai cara agar keragaman tersebut selalu dijadikan bibit perpecahan. Jika Indonesia pecah, tentu yang sangat rugi adalah rakyat Indonesia sendiri,” tutur Rahmat yang juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padang Pariaman ini.

Baca Juga  Ketua DPRD Agam Apresiasi Kunjungan Sandiaga Uno, Dorong Kreativitas Bergerak Lebih

Dikatakan Rahmat, kita memang berbeda satu sama lain. Tapi perbedaan itu tidak menghalangi bermuamalah dan bersatu membangun Indonesia. Adanya kearifan lokal yang sudah tumbuh dan berkembang di berbagai daerah harus tetap dijaga dan dirawat. Sehingga kenyamanan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat selalu terjaga.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar Syamsul Arifin mengatakan moderasi beragama ini harus ada penguatan kepada jajaran pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Setelah ini penguatan moderasi beragama diberikan kepada kepala madrasah ibtidaiyah.

Turut hadir Kepala Kemenag Padang Pariaman Dr. Helmi dan Kepala MAN IC Hendri Sakti.   (at)

Komentar

News Feed