Efi Yandri, Kadisdukcapil
SUMBAR, Siberindo— Ribuan data kematian di Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat belum dilaporkan pihak keluarga ke Dinas terkait.
Hal ini bisa memungkinkan data penduduk tersebut muncul sebagai daftar pemilih di Pilkada serentak tahun 2020.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Solok Selatan, Efi Yandri menjelaskan, ditemukan dilapangan sebanyak 3.100 data pelaporan kematian belum diurus oleh pihak keluarga melalui perjanjian kerja sama Dukcapil dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Solsel.
“3.100 ini data kematian yang belum dilaporkan pihak keluarga, tercatat oleh BPS Solsel saat sensus penduduk melalui kerjasama dengan Dukcapil,” ungkap Efi Yandri ,Senin (7/12/20)
Hal ini sebutnya, menandakan persoalan masyarakat merasa tidak peduli mendaftar kematian pihak keluarga. Padahal manfaatnya sangat banyak, terutama dalam pemutakhiran data pemilih di Pemilu kepala daerah dan pemilihan legislatif.
“Hendaknya kedepan perlu adanya kesadaran masyarakat untuk melaporkan secara langsung atau melalui kepala Jorong masing-masing.
Jika tidak melaporkan, otomatis masih tercatat sebagai penduduk yang masih hidup. Ini akan terjadi dan akan muncul disaat pemuktahiran data pemilih,” ujarnya.
Efi Yandri menambahkan, dari 3.100 data penduduk yang sudah meninggal dunia. Baru sebanyak 864 yang sudah diserahkan oleh BPS ke Dukcapil Solsel.
Data yang sudah diterima tersebut sebagian sudah dihapus sebagai penduduk yang masih hidup, dan sebagian yang lainnya masih dalam proses penghapusan oleh admin.
“Data yang sudah kita hapus dan akta kematiannya telah kita terbitkan 223 data penduduk yang sudah meninggal dunia,” bebernya.
Penghapusan data kematian tersebut melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dicatat petugas BPS saat sensus penduduk, penghapusan 223 data itu selama seminggu dilakukan pengentrian data.
Data tersebut langsung dientri sebagai
sebagai bentuk tertib administrasi kependudukan menuju data valid, agar tidak lagi tercatat sebagai penduduk yang masih hidup.
Manfaatnya, tidak ada lagi orang yang sudah meninggal masih terdata sebagai orang hidup.
“Kita sangat terbantu dengan kerjasama dengan BPS saat sensus penduduk door to door dari rumah ke rumah,” bebernya.( Afri )











Komentar