Lubukbasung, siberindo.co — Gebyar silaturrahmi Rang Caniago yang terkenal sangat kuat dan menyebar di seluruh Indonesia menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong terbangunnya kepedulian dan kebersamaan untuk daerah.
Bahkan, jalinan silaturrahmi yang kokoh, sama sekali tidak terpengaruh oleh ragam upaya untuk “mematahkan” yang dilakukan segelintir pihak yang enggan bersilaturrahmi dengan ragam komponen masyarakat yang lebih besar.
Kekuatan itu yang diperlihatkan keluarga besar Rang Caniago Kabupaten Agam, yang secara khusus menggelar gebyar penyambutan rombongan Bundo Kanduang Keluarga Besar Rang Caniago (KBRC) Propinsi Riau, bersama rombongan DPP KBRC Indonesia di rumah gadang Caniago kaum Dt.Pamuntjak Banda Baru, Lubukbasung, Sabtu, (6/11) kemarin.
Prosesi penyambutan bak “alek besar” lengkap dengan tambua tansa, tari galombang dengan payung kebersamaan, dipandu langsung Yus Dt.Parpatiah, tokoh ninik mamak dari Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, yang sangat terkenal itu, Indranova Dt.Panduko Basa, ninik mamak Caniago dari Nagari Bawan, kecamatan Ampek Nagari, D.Dt.Hitam, tokoh ninik mamak Caniago dari Nagari Lubukbasung dan Saflin, anggota DPRD Agam, salah satu pembina KBRB Agam.
Prosesi penyambutan yang megah, menjadi catatan tersendiri bagi rombongan Bundo Kanduang KBRC Riau dan ketua DPP KBRC Indonesia mendapat apresiasi tersendiri bagi banyak kalangan, pasalnya, tidak hanya anak kemenakan kaum suku Caniago saja yang terlibat dalam prosesi acara penyambutan tersebut, tapi juga dari berbagai tokoh pasukuan lainnya, yang mengaku ikut bangga akan kekompokan dan silaturrahmi yang dibangun KBRC.
Menurut Fitri Handayani, Ketua Bundo Kanduang KBRC DPW Riau, yang mengungkapkan secara terbuka, kebangaan dan apresiasi yang luar biasa dengan penyambutan rombongan, sejak kedatangan dengan tari galombang sampai acara selesai, “ kami terharu dan bangga, “ ungkapnya.
Pasalnya, ulas Fitri Handayani, tidak hanya dari para mamak, dunsanak dan bundo kanduang, bahkan keluarga besar Caniago kaum Dt.Pamuntjak Banda Baru yang sengaja menyambut khusus di rumah gadang Caniago di Banda Baru, tapi juga oleh Pemkab.Agam, dimana Bupati Agam menjadualkan khusus penyambutan untuk rombongan.
“ Ini betul-betul luar biasa, baru kami ini kami disambut khusus. Kami sangat bangga dan berterimakasih, “ ungkap Fitri Handayani.
Ditambahkan, kedatangan rombongan juga membawa sejumlah program dalam rangka peningkatan ekonomi kaum ibu, khususnya keluarga besar Caniago, program-program itu diharapkan bisa disinkronkan antara di rantau dan ranah, ” kami berharap terjalin koordinasi yang baik antara Riau dan Kabupaten Agam,” ulasnya.
Sementara menurut Ketua DPP KBRC Indonesia, Edi Riando Rajo Basa, silaturahmi yang digelar untuk memperkuat barisan Bundo Kanduang KBRC di Indonesia dan mancanegara, “moment ini, wujud komitmen pengurus dan bundo kanduang KBRC DPW Riau dan KBRC se-Indonesia,”ujarnya.
Rombongan Bundo Kanduang KBRC Propinsi Riau bersama pengurus DPP KBRC Indonesia, selain disambut khusus oleh para dunsanak KBRC Agam, diantaranya dari Lubukbasung, Ampek Nagari dan Tanjung Mutiara, juga mengikuti dikusi dan silaturrahmi dengan mamak Yus Dt.Parpatiah dan menikmati jamuan makan siang bajamba di rumah gadang Caniago kaum Dt.Pamuntjak Banda Baru, “ ini wujud silaturrahmi dan penghargaan kita untuk para dunsanak yang sengaja berkunjung, “ ungkap Indranova Dt.Panduko Basa dan D.Dt.Hitam.
HARMEN/kaba12.com
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar