IV Koto, siberindo.co — Harimau hutan yang masuk ke perkampungan penduduk di wilayah Jorong Koto Tinggi, Nagari Koto Tuo, Jumat,(7/10) mulai meresahkan warga. Pasalnya, informasi yang diperoleh kaba12.com, aksi harimau yang diduga berjumlah 3 ekor itu, mulai menerkam ternak warga di Koto Tinggi.
Pemerintah kecamatan IV Koto yang mendapat laporan adanya ternak anjing milik warga yang diterkam harimau Jumat,(7/10) langsung meninjau ke lokasi dan memantau jejak sang raja hutan itu bersama tim gabungan dari Polsek IV Koto, pemerintah nagari dan jajaran lain.
Terkait dengan kondisi tersebut, menurut Netty Hando, Kasi.Trantib Kecamatan IV Koto, meminta warga kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, khususnya di wilayah Jorong Koto Tinggi, Nagari Koto Tuo dan kawasan Jorong Koto Hilalang, Nagari Balingka diminta waspada.
Pasalnya, sesuai laporan yang masuk ke pemerintahan kecamatan dan nagari, ditemukan adanya jejak kaki harimau kawasan hutan di wilayah itu. Kuat dugaan, jejak kaki yang ditemukan berasal dari 3 ekor harimau yang berkeliaran di perkampungan warga.
Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Netty Hando, Kasi.Trantib Kecamatan IV Koto, penemuan jejak kaki Harimau yang ditemukan di kawasan hutan dan perkebunan warga itu, ditengarai terlihat di sepanjang kawasan Jorong Koto Tinggi, Nagari Koto Tuo yang berbatasan dengan Jorong Koto Hilalang, Nagari Balingka.
Disebutkan Netty Hando, hasil penelusuran pihaknya bersama personil kepolisian, pemerintah nagari dan warga setempat, jejak kaki harimau dengan ukuran beragam, dan 1 titik terlihat berukuran besar, tidak hanya terlihat di kawasan kebun warga, juga terlihat di pematang sawat dan dilaporkan ada ternak anjing warga yang diterkam.
“ Kami sudah melaporkan hal itu pada pihak BKSDA Agam dan hal itu sudah mendapat perhatian untuk penanganan lebih lanjut, terutama mengantisipasi dampak yang berpotensi dialami warga, “ ulas Netty Hando.
Pemerintah Kecamatan IV Koto, menghimbau masyarakat yang memiliki lahan perkebunan di kawasan itu juga membatasi aktivitas di kebun dan ladang dari pukul 07.00-16.00 WIB, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, dan segera menginformasikan jika melihat keberadaan harimau itu.
HARMEN/kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di