Panampuang, siberindo.co — Pasca putus dihantam musibah
Banjir bandang pekan lalu, warga Jorong Surai Lauik, Nagari Panampuang, kecamatan IV Angkek, banyak jembatan darurat dengan kontruksi kayu dan bambu untuk menyambung akses di kawasan itu.
Jembatan yang menjadi urat nadi ekonomi dan aktivitas pendidikan di kawasan itu, runtuh diterjang
Banjir besar pasca hujan lebat yang mengguyur kawasan itu pekan lalu, sehingga akses transportasi warga sempat putus.
Hingga saat ini, akses jembatan darurat yang dibangun, hanya bisa dilewati masyarakat, sementara kendaraan baik roda dua apalagi roda empat tidak bisa melewati jembatan darurat yang dibangun atas swadaya masyarakat setempat.
Untuk memantau kondisi jembatan darurat, dan kondisi terkini di kawasan yang terdampak musibah
Banjir bandang itu, rombongan pemerintah nagari Panampuang, Kamis,(7/10) kemarin sengaja survei ke lokasi bekas jembatan yang terputus dan memantau pemanfaatan jembatan darurat yang sengaja dibangun masyarakat setempat dengan kondisi seadanya itu.
Rombongan pemerintah Nagari Panampuang, dipimpin walinagari Ariadi,Z,S,Sos, bersama Andi, walijorong Surau Lauik, ketua KAN Dt.Tan Kabasaran bersama tokoh masyarakat setempat.
Terkait dengan kondisi jembatan tersebut, disebutkan walinagari Panampuang pihaknya tengah mengupayakan dukungan bantuan dari Pemkab.Agam, karena untuk pembangunan kembali jembatan yang runtuh tersebut, membutuhkan biaya yang cukup besar.
“ Kita berharap, hal itu bisa ditangani dalam waktu dekat, mengingat keberadaan jembatan itu menjadi akses utama dalam nagari Panampung termasuk penghubung dengan nagari Lambah, bahkan merupakan akses utama masyarakat untuk beribadah ke mushalla Syekh Buya Maksum dan kegiatan pendidikan, ”sebut Ariadi.
HARMEN/kaba12.com
Komentar