oleh

Dies Natalis Faterna Unand: Perlu Sinergi Wujudkan Sumbar Swasembada Peternakan

Dies Natalis Faterna Unand: Perlu Sinergi Wujudkan Sumbar Swasembada Peternaka

SUMBAR, Siberindo- Sudah 57 tahun usia Fakultas Peternakan Unand, Sumatera Barat yang lahir tahun 1963. Namun diakui belum banyak kontribusi dalam upaya pengembangan peternakan secara umum untuk daerah ini.

Salah satu indikatornya adalah belum mampunya Sumbar berswasembada di bidang peternakan.

Inilah benang merah dan persoalan yang mengemuka saat jumpa pers dengan Dekan Peternakan Unand Dr. Ir. Adrizal, MS di salah satu restoran di Padang, Rabu 7 Oktober 2020.
Jumpa pers ini serangkaian dengan Dies Natalis Fakultas Peternakan Unand yang ke 57.

Dekan Faterna Unand didampingi beberapa orang dosen senior menyebutkan, sama dengan fakultas lainnya dengan misi tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian, maka Faterna Unand telah berbuat selama ini.

Baca Juga  Wabup Pessel Rudi Hariansyah, Tinjau RSUD Tapan Persiapkan sebagai Rujukan Pasien Covid 19

Utamanya di bidang pendidikan dengan mencetak sarjana peternakan. Bidang penelitian telah menghasilkan sejumlah teori, meskipun kurang publikasi dan terakhir Pengabdian pada masyarakat yang belum banyak dirasakan.

Kondisi ini jangan dilihat kelemahaan tersebut ada pada fakultas peternakan saja. Sebab untuk menggerakan swasembada peternakan di Sumbar perlu sinergi dan keterlibatan semua pihak. Terutama dinas terkait, sebut Adrizal.

Menurut Adrizal, Sumbar sangat potensi dalam berswasembada peternakan, terutama jenis unggas. Hal ini sudah berkembang dalam masyarakat. Tinggal lagi adanya sentuhan dan pembinaan dari instansi terkait.
Pembinaan peternakan unggas itu harus komprehensif dari hulu hingga hilir. Dari ketersediaan pakan sampai dengan pemasaran.

Baca Juga  Menjelang  Kongres di Bandung:  Ayo Kita Jauhkan PWI dari Masa Gelap; Catatan Zulnadi

Ke depannya kita sudah harus menggerakan potensi lokal melibatkan peternakan rakyat. Bebas dari ketergantungan apa yang dibutuhkan dalam mengelola peternakan tersebut.

Senada dengan Dekan, Dr. Ir. Basril Basyar melihat masalah pertanian yang di dalamnya juga peternakan di Sumatera Barat adalah tergantung goodwill atau kemauan pemerintah.

Jika pemerintah mau, maka masalah pertanian/ peternakan dapat dikembangkan sesuai harapan bersama. “Kita perlu duduk bersama untuk mengatasinya . Sebab, 80 persen penduduk Sumbar adalah petani yang memerlukan pembinaan”,sebut Basril.

Basril mencontohkan, masalah tenaga penyuluh saja misalnya jauh dari cukup. Pada hal mereka inilah ujung tombak memotivasi para petani di lapangan.
Belum lagi kita bicara hasil penelitian para dosen/ mahasiswa yang masih tersimpan rapi. Inikan perlu sinergi semua, sebut Ketua DKP PWI Sumbar.

Baca Juga  Penyaluran BLT di Solok Selatan Terhambat Lantaran Perubahan APBDes Terlambat

Sementara itu, DR. Arfais, MS mengatakan Dies Natalis ke 57 dengan tema ; “pembangunan peternakan berbasis sumber daya lokal dalam mewujudkan kedaulatan pangan di era tatanan baru”.

Agenda Dies Natalis ke 57 Faterna Unand diawali dengan sidang senat terbuka tanggal 9 oktober di kampus Unand Limau Manis, Padang.
Pada tanggal 10 bulan yang sama agenda Mubes Ikatan Alumni, sedangkan pada tanggal 21 oktober Seminar/ Webinar nasional dengan topik Ternak Sapi dan Kerbau.
Terakhir lomba kesenian yang digelar tanggal 25 oktober secara daring.( zln)

Komentar

News Feed