oleh

Catatan Perjalanan Umroh Andi Noviriyanti di Masa Pandemi; KABAR SWAB ULANG (2)

Catatan Perjalanan Umroh Andi Noviriyanti di Masa Pandemi;
KABAR SWAB ULANG (2)

Dini hari sekitar pukul 1 malam, terdengar teman sekamar Ayu Wulandari menghidupkan pesan audio. Dikabarkan akan ada Swab ulang. Karena Pemerintah Arab Saudi mencurigai proses Swab di Indonesia tidak beres. Karena ada yang sampai di Arab Saudi tanpa dokumen Swab dan juga ada yang tidak tercantum tanggal Swab.

Selentingan juga ada kabar ada jamaah Indonesia yang diam-diam keluar hotel dan ketahuan.

Dalam grup WA grup umroh juga dikabarkan hal yang sama. Akan ada Swab ulang bagi seluruh jamaah.

Langsung rasanya asam lambung naik. Kepala rasa nyud-nyud-tan. Sibuk memegang suhu tubuh di kening. Perasaan campur aduk. Terus memanjatkan doa… Jangan sampai Swab ulang. Kalaupun Swab berdoa hasilnya tetap negatif.

Baca Juga  Ingatkan Warga Patuhi Protokol, Indra Catri Bagikan Masker di Pasar Lasi

“Izinkan jadi tamu Mu ya Robb…. Untuk seluruh jamaah umroh Indonesia,” lirih hati berdoa menjelang subuh dan sepanjang hari.

Membayangkan proses Swab dan hasilnya cukup membuat asam lambung rasa naik. Indikasi stress. Tapi kemudian berpikir positif dan memasrahkan diri.

Mungkin karena alasan inilah pembatasan umur diberikan untuk jamaah umroh hanya boleh 18 – 50 tahun. Karena kita harus betul-betul harus siap mental dan siap dengan semua keadaan.

Ditambah lagi dengan jet lag, dimana mata masih menggunakan jam tidur Indonesia. Dimana jam 1 dini hari waktu Saudi sudah bangun. Itu karena di Indonesia jam 5 subuh. Beda waktu 4 jam dengan Indonesia lebih lambat.

Sejak jam 1 dini hari mendengar audio kabar Swab mata tak bisa lagi dipejamkan. Akhirnya sibuk makan, bikin sereal, bikin susu, bikin mie instan, makan roti dan lainnya. Mengendalikan rasa lapar.

Baca Juga  Yopi Krislova; Miskomunikasi, Tak Wajib Seminar Berbayar yang Diadakan PWI Sumbar!

Lanjut Tahajut, mengaji dan menunggu waktu sholat. Di sela-sela waktu sibuk melakukan siaran live berbagi informasi dan memberi manfaat di Channel YouTube Andyn Activity dan di Fanpage Andyn Noviriyanti. Menghibur diri dan menyibukkan diri melewati masa isolasi di dalam kamar hotel.

Terus dapat kabar, umroh akan dilaksanakan 4 November pukul 16.00 WIB. Hingga usai sholat magrib tidak ada tanda-tanda Swab ulang. Perasaan lega.

Tapi tiba-tiba pintu kamar di ketuk. Seorang anak muda berdiri di depan pintu kamar.

“Ibu belum swab ulangkan? Langsung ke lantai 1 Bu,” ujarnya.

Mungkin karena hati sudah lebih siap, pasrah dan ikhlas akhirnya melangkah lebih santai. Tapi tangan tetap saja terasa dingin.

Baca Juga  Masjid Raya Sumbar dengan Instruktur H Rafles Punya Program Tahsin Alquran

Teman-teman rombongan Arminareka Perdana lainnya juga sudah antri di lantai 1 untuk proses swab. Selama antri mencoba untuk bercanda-canda sambil ngambil video dan gambar.

Pas tiba giliran untuk Swab sudah lebih ikhlas dan tenang. Alhamdulillah proses Swab di Arab menurut saya lebih santai. Hanya satu bagian lobang hidung yang diambil sampelnya dan tidak ada pengambilan sampel di kerongkongan. Mungkin karena saya jauh lebih tenang dan rileks proses terasa tidak menyakitkan dan sebentar saja.

“Alhamdulillah,” ujar petugas yang mengambil sampel saat ditanyakan apakah sudah selesai. Dan rasanya bebas…..

Tapi… masih ada yang akan membuat deg-degan. Yaitu hasil Swab. Doa selalu terpanjat… “izinkan kami bisa menjadi tamuMu ya Robb untuk melaksanakan ibadah umroh”
(Bersambung)

Komentar

News Feed