Lubukbasung, siberindo.co — Walau tidak dilakukan pencarian secara resmi, akhirnya Embrial, (51) warga Jorong Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara, berhasil ditemukan dalam kondisi lemah di Kota Payakumbuh, Sabtu,(4/9) malam.
Embrial ditemukan dalam kondisi lemah, karena diduga letih berjalan jauh sejak hari Selasa,(31/8) lalu dari Tiku, dan sampai ke Payakumbuh. Warga Payakumbuh yang mengetahui Embrial merupakan orang hilang dari Tiku, Kabupaten Agam termasuk dari media kaba12.com, langsung menghubungi kontak person yang ada, dan menyerahkan Embrial ke kantor polisi di Payakumbuh.
Sabtu tadi malam, kemenakan Embrial, bernama Ria yang bermukim di Bukittinggi, langsung menjemputnya ke Payakumbuh dan dijadualkan Minggu sore ini akan dibawa kembali ke rumahnya di Pasia Tiku.
Penemuan Embrial itu dibenarkan Weri Ikhwan, pj.walinagari Tiku Selatan kepada kaba12.com, Minggu,(5/9), “ Alhamdulillah, beliau sudah ditemukan dalam keadaan selamat dan sore ini akan kembali ke kediamannya di Pasia Tiku, “jelasnya.
Weri Ikhwan, yang mewakili keluarga dan pemerintah nagari Tiku Selatan menyampaikan ucapan terimakasih pada warga Payakumbuh yang menemukan Embrial dan pihak kepolisian yang telah membantu pemulihan kondisinya pasca ditemukan dalam kondisi lemah dan lelah,karena sudah sudah berjalan sejak Senin,(31/8) lalu dan baru ditemukan Sabtu,(4/9) malam,” kami sangat berterimakasih atas bantuan semua pihak, “sebut pj.walinagari Tiku Selatan itu.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar