oleh

Baznas Padang Pariaman Berbagi Kiat Pendistribusian Zakat Dengan Baznas Kota Bukittinggi

PADANG PARIAMAN, Siberindo.co – Sebanyak delapan orang tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi yang terdiri dari 5 unsur pimpinan dan 3 orang dari staf pelaksana bersilaturahim  ke kantor Baznas Padang Pariaman, pada Selasa (3/11/2020). Tujuan kunjungan mereka adalah mendengarkan secara langsung inovasi layanan dan model pelaksanaan pendistribusian zakat di Padang Pariaman,.

“Kami pimpinan Baznas Kota Bukittinggi yang baru dilantik  Agustus 2020 kemaren, melakukan silaturahim dan studi banding ke berbagai kota dan kabupaten di Sumbar sesuai dengan keunggulan di masing-masing bidang di Baznas,” ujar Mardiwar saat menyampaikan tujuan kedatangan sambil memperkenalkan satu persatu tim yang datang.

Lebih lanjut Mardiwar yang juga mantan anggota KPU Kota Bukittinggi dua periode ini menyampaikan bahwa Kabupaten Padang Pariaman adalah kabupaten ketiga yang dikunjungi setelah sebelumnya mengunjungi Baznas Kabupaten Tanah Datar yang dinilai baik dalam hal keuangan dan pelaporan. Berikutnya kota Padang yang dinilai berprestasi dalam pengumpulan dan  ketiga kabupaten Padang pariaman yang dinilai unggul dalam hal pendistribusian.

“Kami juga dapat rekomendasi dari Baznas Provinsi Sumbar bahwa untuk pendistribusian kunjungi Padang Pariaman,” ujar Mardiwar yang juga pengelola Aqabah Kota Bukittinggi.

Wakil ketua II bidang Pendistribusian Baznas Kota Bukittinggi juga menyebutkan Baznas Padang Pariaman sudah menjadi perbincangan dan buah bibir di beberapa Baznas kabupaten kota se Sumbar soal pendekatan partisipatif dan kolaboratifnya dalam pendistribusian zakat, terutama pada program bedah rumah. Apalagi pada saat Rakor Baznas Kabupaten Kota se Sumbar, pimpinan BAZNAS Sumbar selalu menyebut nama kabupaten Padang Pariaman.

“Inilah menjadi alasan kami memilih Padang Pariaman untuk dikunjungi mendengarkan secara langsung bagaimana model pelaksanaannya. Apa saja yang dilakukan, sehingga berbagai pihak bisa terlibat. Biaya bantuan yang kecil, tapi hasilnya besar,” sebut H. Masrinal.

Baca Juga  Buku “Loper Koran Jadi Jenderal” Dibedah, Dudung Memang Tokoh Inspiratif

Ketua Baznas Padang Pariaman Dr. Rahmat Tuanku Sulaiman didampingi  Waka II Zulfami, Waka III Fakhri Zaki dan Waka IV Zulherman serta semua staf pelaksana menceritakan apa yang sudah dilakukan.

Rahmat  menyebutkan  apa yang dilakukan sebenarnya biasa saja, mungkin sudah dilakukan juga oleh kabupaten kota lain. Namun inovasi pendistribusian yang dilakukan sebenarnya didasari oleh kenyataan bahwa jumlah pengumpulan zakat masih statis. Sementara kebutuhan mustahik selalu meningkat, maka diperlukan langkah strategis dan kreatif untuk memaksimalkan hasil dengan melibatkan semua pihak.

“Di dalam visi kami yang dituangkan dalam makalah saat seleksi bahwa untuk upaya meningkatkan  jumlah pengumpulan diawali dengan membangun kepercayaan muzaki dan masyarakat. Modelnya digunakan teori terbalik, diawali dengan membenahi aspek pendistribusian,” ujar  Rahmat dengan semangat.

Berdasarkan hasil analisis SWOT Baznas Padang Pariaman, maka dilakukan pendekatan penyaluran zakat dengan melibatkan banyak pihak. Jumlah yang diberikan sedikit tapi hasil pelaksanaan maksimal.  Hal itu didukung oleh nilai kegotongroyongan dan semangat badoncek yang sudah ada di masyarakat Padang Pariaman.

“Kami di Baznas Padang Pariaman tidak sebatas menyalurkan zakat, tapi juga mengedukasi masyarakat, membangun nilai agar tumbuh kepedulian terhadap  masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar, sehingga semuanya terlibat sato sakaki,” tambah Rahmat mantan konsultan pemberdayaan di Sumbar, Bengkulu dan Jambi.

Soal proses, bahwa pada program bedah rumah, semua proposal yang masuk ke Baznas semuanya diverifikasi. Tidak ada rumah yang dibedah tanpa diverifikasi dan dilakukan cek lapangan secara langsung oleh tim. Semua rumah yang menerima sudah sesuai rengking perioritas berdasarkan instrumen verifikasi yang digunakan Baznas Padang Pariaman.

Baca Juga  Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Sembako kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

“Untuk pelaksanaan verifikasi Padang Pariaman yang terkenal  keluasannya atau disebut “Piaman Laweh”,  terdiri dari 17 kecamatan, 4 wakil ketua Baznas Padang Pariaman ditetapkan menjadi koordinator wilayah pada empat wilayah dibuat Baznas Padang Pariaman.

Untuk wilayah satu terdiri dari kecamatan 2X11 Kayu Tanam dikoordinir  Zulherman, tiga kecamatan di wilayah II yaitu Batang Anai, Lubuk Alung dan Sintoga dikoordinir oleh Zulfami,” sebut ketua BAZNAS yang juga aktifis di berbagai organisasi ini.

Rahmat juga menyebutkan bahwa Kecamatan Sungai Limau, Batang Gasan, Sungai Geringging dan III Koto Aur Malintang yang disebut sebagai wilayah III dikoordinir oleh Masri Can. Sedangkan Wilayah IV yang terdiri dari 5 kecamatan yaitu VII Koto, Patamuan, Padang Sago, V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur dikoordinir oleh Fakhri Zaki.

“Semua kecamatan sudah ada koordinatornya. Sehingga semua kegiatan terkendali, berjalan dengan efektif dan efisien. Bahkan dalam verifikasi proposal  bantuan kuliah dan modal usaha, semuanya sudah diverifikasi. Semua nagari sudah dikunjungi dengan melibatkan wali Korong,”sebut Rahmat menceritakan.

Semua kegiatan bedah rumah dan penyerahannya dilakukan dengan menghadirkan berbagai unsur. Sehingga semua pihak tahu siapa Mustahik yang menerima. Masyarakat juga bisa menilai apakah mereka layak atau tidak.

“Semua dilakukan dengan terang benderang, basuluah matohari, bagalanggang mato rang banyak. Sebab sesuai dengan pendapat ulama dalam kitab fiqh i’anatutholobin juz dua bab zakat bahwa untuk penyerahan zakat lebih baik dilakukan dengan zahir atau terang benderang. Berbeda dengan sedekah lebih baik dilakukan dengan sembunyi,” sebut Rahmat alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan ini.

Wakil Ketua II Baznas Padang Pariaman bidang  pendistribusian dan pendayagunaan zakat, Zulfami juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program bedah rumah diawali dengan data. Dalam pengumpulan data, Baznas Padang Pariaman kerjasama dengan PPDT KPU Padang Pariaman yang sedang melakukan coklit. Sehingga petugas coklit mengirimkan data dan foto rumah tidak layak huni ke ketua KPU Padang Pariaman, kemudian diteruskan ke ketua Baznas Padang Pariaman,” ujar Zulfami yang juga mantan Ketua KPU Padang Pariaman.

Baca Juga  Wako Pariaman Imbau Wisatawan dan Pedagang Jaga Ekologi Pulau Angso Duo

Mengingat jumlah uang bantuan sangat terbatas, hanya sebesar Rp 12.500.000 berdasarkan SOP yang sebelumnya, sehingga menuntut Baznas Padang Pariaman berpikir alternatif dengan melakukan partisipatif dan kolaboratif seperti yang disampaikan Ketua Baznas Padang Pariaman.

Zulfami menyebutkan bahwa pendekatan partisipatif adalah upaya mengajak masyarakat gotong royong, pemuda dengan tenaganya, orang tukang dengan keahliannya, kemudian dermawan di sekitar dengan uangnya. Sehingga dalam waktu yang singkat uang hanya sebesar Rp 12.500.000, tapi hasil yang terbangun bernilai 30 jutaan rupiah lebih.

Zulfami juga menjelaskan model kolaboratif yaitu kerjasama dengan berbagai pihak. Diawali dengan kolaborasi bersama Baznas Provinsi Sumbar, kemudian BAZNAS Padang Pariaman juga membangun kerjasama dengan berbagai instansi seperti dengan kepolisian, TNI, Wali Nagari, Organisasi kepemudaan, Ormas dan juga LSM. Tentu semua berawal dari komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan kementerian agama.

Bahkan menurut Zulfami,  pimpinan Baznas Padang Pariaman baru dilantik, Ketua Baznas Padang Pariaman sudah melakukan webinar amil bersilaturahmi, kolaborasi dalam aksi, untuk kesejahteraan anak nagari dengan menghadirkan banyak relawan yang ada di masyarakat.

Kunjungan silaturahmi ini dilanjutkan dengan penyerahan plakat kenang-kenangan oleh B Baznas Padang Pariaman ke Baznas Kota Bukittinggi. (rts/at)

Komentar

News Feed