Lubukbasung, siberindo.co — Upaya penanganan darurat dampak bencana yang terjadi beberapa waktu belakangan masih dalam proses evaluasi dan kajian oleh unsur terkait di Pemkab.Agam.
Seperti halnya jembatan Batang Tambuo di wilayah Nagari Koto Tangah, kecamatan Tilatang Kamang saat ini tengah dianalisa secara tekhnis yang diharapkan dalam waktu dekat akan bisa ditangani di lapangan.
Berbeda dengan kondisi jembatan Batang Lolo, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, hingga kini masih belum jelas bentuk penanganannya, walau tim DPUTR Agam bersama BPBD Agam dan jajaran pemerintah nagari Lubukbasung sudah turun ke lapangan untuk mencek kondisi jembatan kayu yang sudah lapuk itu.
Kemungkinan untuk jembatan Batang Lolo yang jebol karena kontruksi jembatan yang sudah lapuk dimakan usia, perbaikan akan dilakukan dengan pemeliharaan rutin jalan kabupaten dengan mengganti balok kayu yang sudah lapuk.
Terkait dengan upaya penanganan jembatan Batang Tambuo yang ambruk diterjang Banjir beberapa waktu lalu, menurut Ir.Irman, Kabid.PK BPBD Agam, pihaknya saat ini tengah menganalisa dan melakukan kajian tekhnis terkait dengan pembangunan kembali jembatan yang ambruk diterjang bencana Banjir tersebut.
“ Saat ini masih dalam kajian tekhnis, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan penanganan di lapangan, “ sebutnya.
Menjawab kaba12.com, terkait dengan proses perbaikan jembatan Batang Lolo yang ambruk dan berlobang akibat kondisi konstruksi jembatan yang sudah lapuk tersebut, disebutkan Irman, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan DPUTR Agam, pasalnya jembatan yang rusak tersebut, bukan terdampak bencana.
“ Diharapkan, proses perbaikan jembatan Batang Lolo itu bisa dilakukan pemanfaatan dana pemeliharaan rutin jalan kabupaten, dan bisa dengan mengganti balok-balok kayu yang sudah lapuk dimakan usia itu, “ ungkapnya.
Sebelumnya, jembatan Batang Lolo yang dijadualkan akan diperbaiki oleh pihak terkait, pasca ambruk akibat truk yang masuk ke dalam lobang, sehingga menyebabkan akses jalan terputus akibat lobang menganga dan tidak bisa dilewati lagi.
HARMEN/kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di