Palupuah, siberindo.co — Dampak curah hujan timgi yang melanda wilayah kabupaten Agam sejak Selasa siang menyebabkan ruas jalan lintas Sumatera jalur Bukittinggi-Medan di Jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, kecamatan Palupuah, Selasa malam.
Akibat longsor tersebut, jalur jalan lintas Sumatera yang terkenal padat namun rawan ancaman longsor itu, sempat terputus, beberapa jam, sehingga memicu kemacetan panjang di kawasan tersebut.
Jalur jalan itu, sudah kembali normal Rabu dini hari, setelah tim gabungan termasuk dari DPUTR Sumbar langsung bergerak membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan menggunakan alat berat yang sudah siaga di kawasan tersebut.
Musibah longsor di Jalinsum di Palupuah itu dibenarkan M.Lutfie, Kalaksa BPBD Agam yang menyebutkan, musibah longsor di Jalinsum ruas Bukittingi-Medan di jorong Batang Palupuah itu, terjadi Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB, dengan material longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 10-40 cm, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Disebutkan, pembersihan material longsor langsung dilakukan oleh tim gabungan dibantu masyarakat, pemerintah nagari dan forkopimca Palaupuah, sehingga ruas jalan itu bisa kembali pulih dalam waktu beberapa jam, “ akses jalan sudah bisa dilewati, Rabu dini hari, “ ungkap M.Lutfie.
Menyikapi semakin tingginya curah hujan dan potensi La-Nina yang semakin tinggi saat ini, Kalaksa BPBD Agam itu menghimbau masyarakat termasuk pengguna jalan untuk ekstra waspada dalam menjalankan aktivitas, apalagi di ruas-ruas jalan yang selama ini dikenal rawan.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar