Lubukbasung, siberindo.co — Intensitas curah hujan yang semakin tinggi di wilayah Kabupaten Agam mulai memicu serangkaian musibah di berbagai titik.
Seperti halnya dampak curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa, (2/11) sore hingga malam menyebabkan serangkaian musibah, baik di kota Lubukbasung yang di berbagai titik langganan Banjir kembali dilanda banjir.
Bahkan hingga Rabu dini hari, di mayoritas kawasan langganan banjir, genangan air masih tinggi hingga pukul 01.30 WIB, walau hujan sudah reda, baik di depan Makopolres Agam, depan Bank Nagari, kawasan Simpang III, kawasan Monggong dan beberapa titik lain.
Dampak curah hujan lebat dengan durasi yang cukup panjang sejak Selasa sore, juga memicu musibah longsor di beberapa kecamatan, terutama kecamatan Palembayan, di Koto Alam, Nagari Silareh Aia, yang menyebabkan akses jalan terputus.
Longsor serupa juga terjadi di jorong Batang Palupuah, Nagari Koto Rantang, kecamatan Palupuah di ruas jalan lintas Sumatera sehingga menyebabkab akses jalan yang terkenal padat itu sempat tersekat.
Ancaman longsor juga membayangi ruas jalan Sicincin-Malalak-Balingka yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan rawan bencana di kabupaten Agam.
” Menyikapi kondisi curah hujan yang beberapa hari terakhir semakin tinggi, dikuatirkan memicu dampak terhadap masyarakat. Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, ” sebut Rahman, Asisten I Sekab. Agam yang memantau perkembangan penangan pasca bencana di beberapa kawasan Rabu dini hari.
Rahman berharap, seluruh personil yang terkait dalam penanganan pasca bencana dan jajaran pemerintahan nagari dan kecamatan untuk lebih waspada dan membangun koordinasi maksimal dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan pasca bencana.
HARMEN/kaba12.com
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar