Maninjau, siberindo.co — Harga komoditi cabai merah keriting di pasar tradisional di Kabupaten Agam terpantau mengalami penurunan sejak beberapa waktu terakhir.
Hal ini karena pasokan cabai di tingkat petani dan pedagang melimpah.
Saat ini, harga cabai merah keriting itu dijual pedagang berkisar Rp 20 ribu per kilogram, sebelumnya dijual pedagang berkisar Rp 30 ribu.
Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Refdianto (41) menyebut, turunnya harga cabai tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Ia mengakui, harga cabai turun secara bertahap semenjak lebaran Idul Fitri lalu hingga dua pekan terakhir.
“Iya, sekarang harga cabai merah turun karena pasokan melimpah. Saat ini saya menjual berkisar Rp 20 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp 30 ribu,” ungkapnya saat ditemui KABA12.com, Selasa (3/8).
Disamping banyaknya pasokan di tingkat petani dan pedagang, turunnya harga cabai merah keriting juga disebabkan kurangnya permintaan dari masyarakat.
“Stok melimpah dan kurangnya permintaan dari masyarakat adalah penyebab turunnya harga cabai merah keriting saat ini,” ujarnya.
Dirinya juga belum mengetahui kapan harga komoditi cabai itu naik kembali, karena saat ini masih menjual sesuai dengan harga pasar.
“Belum tau kapan naik lagi. Yang jelas kita menjualnya sesuai harga di pasaran saja,” katanya.
Sementara itu, harga komoditas jenis bawang merah saat ini justru mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Bahkan harganya naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Saat ini, para pedagang menjual bawang merah berkisar Rp 40 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih dijual Rp 28 per kilogram, sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram.
“Komoditas bawang- bawangan sekarang harganya naik karena tingginya permintaan dari masyarakat. Kenaikan harga bawang sudah terjadi sejak 10 hari terakhir,” katanya.
(Bryan/KABA12.com)











Komentar