Tiku, kaba12.com — Semarak Ramadhan berbagi menjadi bagian dari program yang selalu diketengahkan warga. Seperti halnya Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Durian Kapeh Nagari Persiapan Durian Kapeh Darusalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, yang menyantuni 140 anak yatim Minggu (2/4) sore kemarin di Masjid Bukit Sariak.
Santunan berupa uang tunai sebesar Rp150.000/orang itu bersumber dari donatur perantau Durian Kapeh, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam itu, merupakan kegiatan tahunan warga setempat, dimana BKMT diberi amanah untuk proses penyaluran.
Seperti dijelaskan Weri Ikhwan, Kasi.PEM Kecamatan Tanjung Mutiara yang menyebutkan, santunan untuk anak-anak yatim-piatu di wilayah Durian Kapeh, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam itu, merupakan agenda tahunan yang dikelola BKMT setempat.
Hal itu disebutkan Weri Ikhwan, sudah menjadi sebuah amanah dari masyarakat dan perantau dalam mendorong eksistensi BKMT ditengah masyarakat, termasuk dalam mendorong peran aktif lembaga lain untuk berperan dalam kegiatan serupa.
Diharapkan, santunan yang diberikan untuk 14 orang anak-anak yatim-piatu yang terdata di wilayah itu, bisa dimanfaatkan secara maksimal, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan walau dalam jumlah terbaik, “ hal itu akan sangat bermanfaat bagi anak-anak apalagi ditengah kondisi pandemic Covid-19 saat ini,” sebut Weri Ikhwan lagi.
Weri Ikhwan juga mendoakan, semoga para donatur yang memberikan bantuan untuk anak-anak yatim itu, selalu dilindungi Allah dan dilimpahkan rezeki, sehingga para penerima santunan juga mendapat berkah dari Allah SWT.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar