Batagak, siberindo.co — Banjir besar yang melanda wilayah kecamatan Sungai Pua, Selasa, (1/2) kemarin, tidak hanya merusak areal perkebunan dan sawah warga, tapi juga merusak 3 lokal di pondok pesantren Ainul Yakin, Nagari Batagak, kecamatan Sungaipua.
Akibatnya, hingga saat ini sebagian santri di ponpes tersebut terpaksa diungsikan, karena 3 lokal tersebut mengalami kerusakan serius.
Sementara Kamis, (3/2) ini, masyarakat yang dipimpin camat Sungaipua Syafrizal langsung memimpin proses evakuasi dan pembersihan sarana pendidikan yang terdampak bencana tersebut.
Tidak ada korban dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Proses pembersihan sarana pendidikan yang terdampak Banjir akibat hujan lebat yang terjadi di Nagari Batagak Sungaipua itu, disebutkan Syafrizal dilakukan bersama jajaran ponpes, dibantu warga setempat bersama pemerintah nagari.
Disebutkan Syafrizal, kondisi cuaca di wilayah Sungaipua yang berada di kaki gunung Marapi itu sama sekali tidak bisa ditebak, karena pola cuaca yang setiap saat berubah.
Diakuinya, curah hujan yang terjadi Selasa kemarin itu sangat tinggi sehingga memicu Banjir di berbagai lokasi di kecamatan Sungaipua, ” kami mencoba mengatasinya bersama masyarakat sesuai langkah-langkah penanganan darurat, ” sebut Syafrizal lagi.
Limapuluh Kota, Siberindo Ketum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati menggelorakan gerakan bagi-bagi Al-Quran
Payakumbuh, Siberindo Pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Payakumbuh periode 2025-2030 sangat istimewa. Selain jadi momentum pengabdian tanpa batas bagi
Pesisir Selatan, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumbar menyerahkan bantuan kepada 50 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan masyarakat terdampak
Payakumbuh, Siberindo Kisruh terkait pemanfaatan tanah ulayat nagari Pasar Syarikat Kota Payakumbuh tak kunjung usai. Hari Senin (5/1/2026) diberitakan Pemko Payakumbuh telah