Batagak, siberindo.co — Banjir besar yang melanda wilayah kecamatan Sungai Pua, Selasa, (1/2) kemarin, tidak hanya merusak areal perkebunan dan sawah warga, tapi juga merusak 3 lokal di pondok pesantren Ainul Yakin, Nagari Batagak, kecamatan Sungaipua.
Akibatnya, hingga saat ini sebagian santri di ponpes tersebut terpaksa diungsikan, karena 3 lokal tersebut mengalami kerusakan serius.
Sementara Kamis, (3/2) ini, masyarakat yang dipimpin camat Sungaipua Syafrizal langsung memimpin proses evakuasi dan pembersihan sarana pendidikan yang terdampak bencana tersebut.
Tidak ada korban dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Proses pembersihan sarana pendidikan yang terdampak Banjir akibat hujan lebat yang terjadi di Nagari Batagak Sungaipua itu, disebutkan Syafrizal dilakukan bersama jajaran ponpes, dibantu warga setempat bersama pemerintah nagari.
Disebutkan Syafrizal, kondisi cuaca di wilayah Sungaipua yang berada di kaki gunung Marapi itu sama sekali tidak bisa ditebak, karena pola cuaca yang setiap saat berubah.
Diakuinya, curah hujan yang terjadi Selasa kemarin itu sangat tinggi sehingga memicu Banjir di berbagai lokasi di kecamatan Sungaipua, ” kami mencoba mengatasinya bersama masyarakat sesuai langkah-langkah penanganan darurat, ” sebut Syafrizal lagi.
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di