Cuaca Ekstrem Mengintai Agam, Upaya Antisipasi Tak Terlihat
Lubukbasung, siberindo.co — Cuaca ekstrem masih mengintai wilayah kabupaten Agam. Dibuktikan dalam sepekan ini, terjadi perubahan cuaca yang tak menentu, dengan waktu yang nyaris tak terduga.
Kondisi ini, berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk batalnya pelaksanaan event semifinal-final Liga III Asprov.PSSI Sumbar yang rencananya akan dipusatkan di lapangan sepakbola stadion Bukik Bunian, Lubukbasung, karena lapangan direndam banjir.
Kondisi yang sama juga berdampak terhadap berbagai sarana yang ada di wilayah Lubukbasung, yang mayoritas direndam Banjir akibat hujan lebat yang mendera wilayah ini, terutama berbagai ruas jalan yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir.
Seperti ruas jalan di sepanjang Padang Baru, Lubukbasung, depan kompleks Bank Nagari, sepanjang ruas jalan Sudirman, di kawasan Surau Kariang, Ujuang Labuah, Hilir Pasar Lamo, Lapau Talang, Simpang Tigo sampai ke Monggong dan Balai Salasa, menjadi kawasan siaga banjir.
Upaya antisipasi dari Pemkab.Agam sendiri, hingga kini masih tak terlihat, terutama dalam mengantisipasi dampak potensi Banjir yang semakin besar, menyusul volume curah hujan yang semakin tinggi setiap hari.
Kondisi itu dicemarkan Novi Endri Dt.Simarajo, Ketua KAN Lubukbasung, yang mengaku cemas melihat kondisi kawasan kota Lubukbasung saat musim penghujan saat ini, pasalnya, langkah-langkah antisipasi dari pemerintah untuk menekan dampak terhadap masyarakat belum terlihat.
“ Kita berharap, sudah dilakukan pembersihan dan pembenahan drainase, pembersihan sampah di aliran selokan yang tersumbat atau langkah-langkah, agar dampak curah hujan tinggi, tidak lagi mendera masyarakat, “ ungkapnya.
Potensi hujan sesuai prediksi BKMG, di wilayah Kabupaten Agam, termasuk Lubukbasung masih cukup tinggi setiap hari, sehingga masyarakat diharapkan bisa mewaspadai berbagai dampak yang kemungkinan terjadi.
HARMEN/kaba12.com










Komentar