Pemko Bukittinggi Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Vitual
Bukittinggi, siberindo.co — Pemerintah Kota Bukittinggi ikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara virtual. Untuk dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, di BCC Balaikota Bukittinggi, Jumat (01/10).
Upacara virtual dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Upacara tesebut juga dihadiri, Asisten Setdako, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Kesbangpol, Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan dan Kabag Tata Pemerintahan.
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dari Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan Hari Lahirnya Pancasila. Hari Lahir Pancasila, diperingati setiap tanggal 1 Juni yang merupakan peringatan cikal bakal Pancasila dijadikan lambang negara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia, dan sejarah Hari Kesaktian Pancasila ini tidak akan pernah terlepas dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (PKI) atau G30S/PKI.
Dalam amanatnya, Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan momentum untuk merefleksikan hal-hal yang telah dan harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan bangsa yang tangguh di masa yang akan datang.
“Selama ini upaya yang kita lakukan lebih berfokus pada hasil akhir dan mengesampingkan integrasi sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Hal tersebut kurang sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menyelaraskan potensi sumberdaya alam dengan sumberdaya manusia. Menyadari hal tersebut, inilah waktunya kita merancang keseimbangan baru yang mengedepankan kemajuan semua kelompok masyarakat dan memprioritaskan konservasi alam,” ujar Jokowi.
Dalam hal ini, Pancasila akan berperan sebagai titik berangkat sekaligus tujuan pembangunan bangsa dan negara. Kebangkitan dan kemajuan bangsa kita dari pandemi ditentukan oleh kemerdekaan anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensinya sendiri dengan kemampuan dan panggilan hatinya. “Inilah titik berangkat kita,” tegasnya.
(Ophik/KABA12.com)











Komentar