Pasar Raba’a, siberindo.co— Wakil Bupati Agam Irwan Fikri memberi apresiasi kepada Nagari Koto Kaciak yang berkomitmen melestarikan kesenian tradisional Minangkabau dengan menggelar sejumlah event pendukung.
Hal itu disampaikan wabup saat menghadiri acara “Alek Nagari” di los Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (1/9) malam.
“Pemerintah daerah sangat mendukung sekali event-event yang digelar seperti ini karena sekaligus menjadi momentum untuk melestarikan nilai-nilai kesenaian tradisional Minangkabau. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh grup kesenian yang hadir, serta menampilkan beragam pertunjukan dalam acara ini,” kata Irwan Fikri.
Event Alek Nagari Koto Kaciak itu sekaligus digelar dalam rangka perpisahan mahasiswa KKN Universitas Bung Hatta yang sudah melakukan pengabdian masyarakat selama 30 hari. Sejumlah pertunjukkan kesenian tradisional dari grup kesenian ditampilkan dalam acara itu seperti tambua tansa, silek, hingga tari-tarian khas Minangkabau.
Wakil Bupati Agam Irwan Fikri mengatakan, kelestarian kesenian tradisional Minangkabau patut dijaga agar nantinya tidak punah oleh perkembangan zaman. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama kalangan generasi muda, untuk melestarikan nilai-nilai seni budaya di era teknologi saat ini.
“Saya mengajak agar kita semua terus berkomitmen melestarikan tradisi adat, seni dan budaya Minangkabau agar tidak punah. Sebab menjaga kelestariannya itu adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Walinagari Koto Kaciak Syawaldi menyebutkan, acara “Alek Nagari” kali ini merupakan salah satu bentuk perhatian anak nagari dalam melestarikan nilai-nilai seni budaya Minangkabau.
Ia mengatakan, Nagari Koto Kaciak sudah menggelar tiga kali event kesenian selama tahun 2022. Pertama even Koto Kaciak Expo dilaksanakan pada akhir Januari lalu, kemudian Malam Kesenian digelar pada tanggal 12 Agustus lalu, dan Alek Nagari yang digelar pada 1 September ini.
“Untuk kegiatan kesenian sudah tiga kali diadakan di Nagari Koto Kaciak pada tahun ini. Acara itu merupakan salah satu bentuk komitmen anak nagari dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di era globalisasi saat ini,” kata Syawaldi.
Menurutnya, adanya event kesenian ini juga sebagai wadah bagi para generasi muda untuk menunjukkan keterampilannya di bidang seni. Selain itu, pembinaan minat dan bakat bagi para pelaku kesenian perlu dilakukan secara maksimal dengan tujuan membangkitkan semangat untuk berlatih.
“Kita harapkan kegiatan seperti ini juga digelar di nagari lain untuk menjaga kelestarian kesenian tradisional dan meningkatkan silaturahmi antar pelaku seni dan masyarakat,” jelasnya.
(Bryan/KABA12.com )
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di