Lubukbasung, siberindo.co — Program pelayanan cepat dan langsung dalam pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) oleh masyarakat yang diberi nama program “ silek “ sudah dinyatakan final dan bisa direalisasikan di seluruh nagari di kabupaten Agam.
Program “silek” sendiri, merupakan salah satu agenda Pemkab.Agam, sesuai harapan bupati Agam agar pelayanan untuk masyarakat sampai ke pintu-pintu rumah penduduk, dimana untuk pengurusan adminduk sudah bisa dijabarkan dengan pengurusan berbagai berkas administrasi sampai ke tingkat nagari.
Diharapkan, berbagai nagari di kabupaten Agam bisa mendorong optimalisasi dan sinergi dengan tim tekhnis Disdukcapil Agam dengan memaksimalkan link operasional sistim, sehingga berbagai persuratan yang diurus masyarakat bisa terkoneksi dengan baik.
Sementara dalam sebelum terakhir, tim Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Agam sudah berupaya maksimal untuk melakukan sosialisasi sekaligus memberikan bimbingan tekhnis pada petugas pelayanan administrasi kependudukan di seluruh nagari di kabupaten Agam, dan mayoritas proses bimbingan tekhnis berjalan dengan baik dan seluruh nagari saat ini, sudah bisa mengoperasionalkan perangkat tekhnis yang dibutuhkan.
Seperti dijelaskan Rahman,S,Ip,MM, pj.Kadisdukcapil Agam didampingi Fitriandi,ST, Kabid.PIAK-PD Disdukcapil Agam menjawab kaba12.com, Kamis,(2/9) terkait dengan realisasi program “ Silek “ yang disebut-sebut sebagai salah satu produk inovasi Disdukcapil Agam yang diyakini akan bisa menjawab keluh-kesah masyarakat terkait dengan pelayanan adminduk.
Asisten I Sekab.Agam itu menyebutkan, inovasi program pelayanan adminduk “silek” justru menjadi salah satu target khusus yang dilakukan pihaknya selama menjabat sebagai pj.Kadis. Dukcapil Agam, karena dijadualkan kepala dinas defenitif OPD itu, akan dilantik oleh bupati Agam, sehingga diharapkan program “silek” bisa berjalan lebih optimal dan menjadi salah satu upaya memberi pelayanan adminduk terbaik pada masyarakat.
Ditegaskan Rahman, program “silek” menjadi salah satu solusi terbaik yang digagas oleh tim IT Disdukcapil Agam yang tujuannya untuk memberi kemudahan bagi warga yang mengurus berbagai berkas administrasi kependudukan, termasuk untuk mengurangi keramaian yang kerap terjadi di kompleks kantor Disdukcapil Agam, karena banyaknya antrian warga yang mengurus adminduk ke kantor Disdukcapil Agam di Lubukbasung atau di kantor pelayanan di Belakang Balok, Bukittingi.
“ Kita mencoba mengurai hal itu, dan memberi pelayanan optimal, dengan menjalin kerjasama dengan seluruh jajaran pemerintah nagari, sehingga masyarakat yang akan mengurus adminduk cukup berurusan hanya sampai ke tingkat nagari. Selain cepat, tepat dan memberi ragam kemudahan bagi masyarakat di seluruh wilayah nagari, “ sebutnya.
Menjawab kaba12.com, kendala lapangan yang masih ditemukan, program “silek” yang sudah di uji coba dan disimulasikan di beberapa nagari, selain masalah perangkat juga masalah koneksi internet kerap menjadi kendala di lapangan, “ namun sejauh ini, Alhamdulillah bisa bisa terlaksana dengan baik, “ungkap Rahman lagi.
Program “silek” sendiri digadang-gadang Disdukcapil Agam menjadi salah satu solusi bagi keluhan yang selama ini mengemuka ditengah masyarakat, yang kerap kesulitan berurusan ke Lubukbasung karena bermukim jauh dari ibukota kabupaten Agam. Saat ini pelayanan adminduk sudah bisa langsung dilakukan di kantro walinagari.
HARMEN/kaba12.com
Wakil Menteri Sosial Agus Priyono menyebut sinergi dan kolaborasi menjadi poin penting dalam mengatasi kemiskinan di tanah air. Baca Juga Ketum Demokrat
Serang – Menteri Sosial RI Drs. H. Saifullah Yusuf bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, serta Ketua Umum
Siberindo.co – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Barat Prof. Ganefri, Ph.D terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI)
Siberindo.co – Peristiwa tahun 1990 sampai 1995 adalah fase perangsangan dalam gerakan mahasiswa di Indonesia. Artinya, secara teoretis gerakan sosial, dalam periode
Siberindo.co – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kota Padang perlu terus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)
Komentar