Kuliah Umum Sekolah Keluarga Dibagi Per Kecamatan
Bukittinggi, siberindo.co — Program Sekolah Keluarga yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bukittinggi, terus dilaksanakan secara bertahap, pasca vakum beberapa bulan terakhir.
Sejak beberapa hari terakhir peserta sekolah keluarga diberi kuliah umum secara bertahap per kecamatan.
Kepala Dinas P3APPKB Bukittinggi, Tati Yasmarni, menjelaskan, Sekolah Keluarga telah berjalan pada tahun ketiga. Dari 16 kali pertemuan, 4 kali merupakan kuliah umum dan 12 kali merupakan pertemuan tatap muka bertahap.
“Kuliah umum di era pandemi ini dilaksanakan secara bertahap per kecamatan. Diawali dengan warga di kecamatan Guguak Panjang pada Senin lalu, kemudian warga di kecamatan MKS pada hari Selasa dan hari ini kuliah umum untuk warga kecamatan ABTB,” ujarnya, Rabu (02/09).
Peserta sekolah kelurarga angkatan ke III tahun 2021 ini, berjumlah 720 orang. Dimana setiap kelurahan diberi kesempatan untuk mengurus 30 peserta. Sehingga peserta di kecamatan MKS berjumlah 270 orang dari 9 kelurahan, kecamatan Guguak Panjang berjumlah 210 orang dari 7 kelurahan dan kecamatan ABTB berjumlah 240 orang dari 8 kelurahan.
“Sekolah keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan keluarga, yang diukur dari tiga dimensi, ketentraman dengan empat indikator, kemandirian dengan 5 indikator dan kebahagiaan dengan 2 indikator. Target kita, seluruh keluarga dapat mengikuti sekolah keluarga, karena materi yang diberikan sangat kekinian dan memang dibutuhkan untuk keluarga,” jelasnya.
Untuk kuliah umum, Rabu (02/09) ini, diawali dengan sosialisasi pencegahan Covid-19 oleh dr. Vera Maya Sari.
Dalam paparannya Plt Direktur RSUD Bukittinggi ini, menjelaskan bagaiman upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam menekan penyebaran covid-19. Kemudian juga disampaikan materi tentang keamanan dan pentingnya vaksin.
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, dalam kuliah umumnya, juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tetap semangat dalam membangun keluarga sejahtera di era pandemi covid-19. Dampak pandemi tentu saja berpengaruh pada ekonomi dan stabilitas kehidupan.
“Untuk itu, butuh pemahaman warga, agar tidak larut dalam pandemi. Jangan sampai rusak keluarga dengan pandemi. Sekolah keluarga ini, juga akan mengajarkan bagaimana ketahanan keluarga, keharmonisan tetap terjaga dan menjadi landasan untuk tetap berusaha dalam memenuhi kebutuhan. Intinya landasi hidup dengan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah,” ujarnya.
Sekolah Keluarga juga akan dilanjutkan dengan sistem daring. Dimana, setiap peserta akan diberikan materi oleh perguruan tinggi kesehatan secara online.
(Ophik/KABA12.com)











Komentar