oleh

25 ribu UMKM di Pasaman Barat, Sumbar, Butuh Bantuan Modal

SUMBAR, Sierindo.co – Sekitar 25 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terdampak akibat pandemi Covid-19.

Ketua Forum UMKM Pasaman Barat, Ade Media Putra, mengatakan, pelaku UMKM di Pasaman Barat yang sangat terasa berat dampaknya sejak bulan Maret hingga bulan Agustus.

“Banyak UMKM yang tutup karena sepi pelanggan dan terpakainya modal untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, rata-rata yang terdampak itu seperti usaha kue kering, usaha kripik roti, kerajinan rajut, perbengkelan, industri ikan kering industri minuman dan industri makanan,” katanya kepada awak media, Selasa (01/12/2020).

Baca Juga  Tak Aspiratif, Walinagari Pasia Didemo Mak-mak Mundur dari Jabatannya

Selain itu, katanya, pedagang sayur-sayuran, pedagang makanan keliling, jasa dekorasi, jasa wedding organizer dan jasa seni juga sangat terdampak.

“Pelaku UMKM memprihatinkan. Omzet rata-rata UMKM ketika itu menurun drastis hingga hingga 70 sampai 80 persen dan bahkan ada ratusan UMKM harus ditutup dan mencari usaha lain,” sebutnya.

Namun, sambungnya, ketika mulai masuk tatanan baru, UMKM Pasaman Barat kembali menggeliat karena mereka sudah bisa beraktivitas atau berjualan kembali. Sejak September, Oktober dan November UMKM di kawasan sekolah, di pasar dan UMKM di kawasan wisata sudah aktif kembali.

Baca Juga  Menko Polhukam; Aparat Harus Bertindak Tegas Patuhi Protokol Kesehatan

Meskipun sudah mulai beraktifitas, namun kerugian yang dialami beberapa bulan pembatasan sosial pandemi Covid-19, memaksa pedagang memangkas modal sendiri untuk biaya kebutuhan hidup. “Pelaku UMKM butuh bantuan permodalan untuk melakukan aktifitasnya lagi,” jelas Ade Media Putra.

Untuk itu, pihaknya bersama Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman Barat melakukan pendampingan dan bimbingan bagaimana menjual produk yang biasanya dilakukan offline, mulai bergerak ke online untuk promosi atau pemasaran. Usaha mikro, kecil dan menengah mulai memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram dan juga whatsApp.(Afratama/Batuah)

Komentar

News Feed