oleh

Pemko Bukittinggi Pelajari IPLT Kota Solok

Bukittinggi, siberindo.co — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui dinas terkait melakukan kunjungan kerja Kota Solok, Senin (01/11). Kunker ini dilakukan dalam rangka mempelajari pembangunan dan Instalasi Pengelolaan Limbah Tinja (IPLT). Sekretaris DLH Bukittinggi, Dedi Syafrizal, didampingi, Kabid Perkim, Rahmi Hidayanti dan Kasi Kesling Dan kesja OR DKK, Elsya Gusnarita, perwakilan Dinas PUPR, serta Forum Kota Sehat, menjelaskan, hingga saat ini, Kota Bukittinggi belum memiliki IPLT dan belum mempunyai MoU untuk pengelolaan limbah tinja. Sementara, salah satu komitmen dari Wali Kota Bukittinggi tahun 2022 mendatang, untuk meningkatkan akses sanitasi atau jamban sehat dalam program STBM pada pilar 1 stop BABS dibutuhkan IPLT.
Baca Juga  Ziyadlana Fayyadhi-Si Cilik Luar Biasa, Juara Hafidz IKRAM Nurul Hidayah
“Dalam mewujudkan Kota Sehat, Wali Kota berkomitmen kota untuk program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bersama SKPD terkait, pada bulan Mei 2021 lalu. Sehingga salah satu upaya realisasi program itu dengan pembangunan IPLT. Kota Solok telah memiliki IPLT yang terkelola dengan baik. Untuk itu, kita lakukan kunjungan kerja, agar bisa mendapat referensi, dalam pelaksanaan pembangunan IPLT dan MoU pengolahan limbah tinja, untuk ditetapkan di Bukittinggi,” jelasnya.
Baca Juga  Beny Yusrial Tinjau Pokir Untuk Pengecoran Mushalla dan Jalan Lingkung di Tangah Jua
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok, Dedi Asmar, menjelaskan, IPLT Kota Solok dibangun pada 1997 lalu, namun dilakukan pengembangan pada tahun 2016. Dimana, setiap penggunaannya, IPLT harus sesuai dengan azas manfaat. “Ada beberapa teknis di IPLT yang harus dijalani, agar tidak menganggu lingkungan sekitar. Setiap tahun, Pemko Solok selalu menganggarkan dana untuk pemeliharaan IPLT ini,” ujarnya. Seksi Pengolahan Limbah DLH Solok, sekaligus Kepala IPLT Kota Solok, Dicky Iswara, menjelaskan, IPLT Kota Solok memiliki lima kolam, sesuai dengan tahapannya. Dimana, untuk pengurasan dijadwalkan dua kali dalam satu tahun.
Baca Juga  Jurnalis Keterbukaan Informasi Bukittinggi Dilantik, Pertama Sumbar
“Untuk pelaksanaannya, masyarakat juga ditarik retribusi, baik itu untuk rumah tangga maupun untuk bisnis. Bahkan IPLT Kota Solok yang berdiri di atas lahan seluas 5000 meter ini, juga melayani pembuangan limbah dari Kabupaten Solok dan Kota Sawahlunto,” jelasnya. Proses sedot limbah, didukung dengan sarana tiga armada dengan kapastias tiga kubik. Proses penyedotan limbah, ditarget 300 kali dalam satu tahun. (Ophik/KABA12.com)

Komentar

News Feed