Maninjau,siberindo.co — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dibawah naungan Kementerian PUPR RI mengadakan sosialisasi tentang metode penyedotan sedimentasi yang berada di dasar Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (1/9).
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di aula Nagara Bhakti Kantor Camat Tanjung Raya itu dihadiri oleh pihak BWS Sumatera V, Dirjen SDA, Konsultan PUPR, Forkopimca, walinagari, KAN, dan Bamus se- Tanjung Raya, serta tamu undangan lainnya.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjelaskan kepada tokoh masyarakat tentang metode penyedotan sedimentasi di dasar Danau Maninjau yang bakal dilaksanakan nanti.
Ia menyebut, penyedotan sedimentasi di dasar danau merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam merevitalisasi Danau Maninjau yang kini tercemar berat.
“Kita harapkan melalui sosialisasi ini dapat
memberikan penjelasan kepada masyarakat, sehingga dalam pelaksanaannya di lapangan nanti tidak menimbulkan polemik yang dapat menggangu proses pengerjaan. Sebab, pastinya penyedotan ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Handria.
Sementara itu, PPK Perencanaan Umum dan Program BWS Sumatera V Daniel Silitonga menyebutkan, saat ini pemerintah pusat sedang terfokus terhadap Danau Maninjau untuk segera direvitalisasi.
Presiden Joko Widodo juga sudah menetapkan Perpres tentang 15 danau di Indonesia yang akan direvitalisasi dengan tujuan meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ia mengakui, setiap danau yang tercemar memiliki problematika yang berbeda-beda. Namun untuk Danau Maninjau masalah pencemarannya sangat beda dengan yang lain, lantaran danau ini berstatus danau vulkanik.
“Kami berharap agar masyarakat selingkar Danau Maninjau dapat mendukung Kementerian PUPR dalam melaksanakan kegiatan penyedotan
sedimentasi, supaya tingkat pencemaran air danau ini bisa berkurang dan teratasi,” ujarnya.
Daniel menjelaskan, proses penyedotan sedimen lumpur di dasar Danau Maninjau akan dilakukan dengan metode teknologi geotube. Proses penyedotan akan menggunakan kapal khusus dengan mesin pompa berukuran besar.
Dalam pelaksanaannya nanti, air yang bercampur dengan sedimen lumpur akan disedot dan dialirkan melalui pipa ke wadah penampung (tube) berukuran besar yang diletakkan di pinggir danau. Sebelum sampai ke wadah penampung tersebut, air dan sedimen lumpur yang mengalir di dalam pipa akan dicampur dengan cairan zat kimia khusus dengan tujuan mempercepat proses pengendapan. Sehingga sedimen lumpur dan air akan terpisah dengan cepat.
“Nantinya air yang tersedot akan keluar melalui pori-pori wadah penampung (tube), sehingga hanya menyisakan sedimen lumpur didalamnya,” ungkapnya.
Wadah penampung yang berisi sedimentasi padat itu dalam beberapa hari akan mengering, sehingga dapat dijadikan sebagai tanggul penahan ataupun tempat yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Artinya semua desain dan konsep yang dibuat oleh konsultan PUPR akan tepat guna dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
(Bryan/KABA12.com)
Siberindo.c0 – Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Muttaqin Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo Kota Padang Reni Guslina, S.Pd meraih juara harapan II pada
Siberindo.co – Taman Budaya Sumatra Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pusat revitalisasi mental sadar budaya. Namun, potensi ini hanya dapat terwujud
Siberindo.co – Dinas Pariwisata Kota Padang , Yudi Indra Syani, siap mendukung kesuksesan Internasional Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ketiga pada 8-12 Mei
Siberindo.co- Negara memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia sesungguhnya amanah Pasal 32 UUD 45. Tapi kita tak begitu memerhatikan pasal 32
Komentar