oleh

Sumbar Kurbankan 32.632 Ekor Kambing, Sapi dan Kerbau

PADANG – Dalam pelaksanaan kurban pada hari raya Idul Adha 2020 di Sumatera Barat jumlah ternak yang dikurbankan sebanyak 32.632 ekor yang terdiri dari sapi, kambing dan kerbau.

Di Sumbar prosesi pelaksanaan hari raya kurban, mulai dari Shalat Ied pada hari Jumat (31/7) hingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang sebagian besar dilaksanakan hari Sabtu (1/8) berjalan lancar dan aman.

“Sapi sebanyak 29.204 ekor, kambing 3.119 ekor dan kerbau 329 ekor, yang tersebar di masjid, mushalla dan beberapa tempat umum,” jelas Kakanwil Kemenag Sumbar H Hendri, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga  Rakor Peningkatan Personil Damkar se-Sumbar Digelar di Kota Pariaman

Disebutkannya, hal itu membuktikan bahwa masa pandemi Covid-19 tidak mengurangi kegiatan ibadah kurban di Sumatera Barat.

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memperkirakan perputaran uang jual beli ternak di Sumbar tahun ini mencapai Rp700 miliar.

“Motivasi ibadah kurban masyarakat sangat tinggi, dan itu terbukti dari perputaran uang jual beli ternak sebesar Rp700 miliar,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menyerahkan sapi kurban Presiden Jokowi kepada pengurus Mesjid Raya Sumbar.

Baca Juga  Wakil Rais Syuriah PCNU Bukittinggi: Mahasiswa Harus Junjung Tinggi Nilai Toleransi

Disebutkan Irwan, sapi kurban presiden ini merupakan hàsil peternakan yang ada di Sumbar dan ada beberapa peternak yang bersaing ketat dalam seleksi pemilihan sapi kuran oleh Dinas Peternakan Sumbar.

“Sapi yang terpilih merupakan yang paling baik dan bagus di Sumatera Barat. Kita menyambut baik ini kegiatan selain memberi gairah terhadap peternak Sumbar walaupun masa pandemi covid 19,” tuturnya.

Sapi kurban dari Presiden Jokowi disemblih di halaman mesjid Raya Sumbar. Menurut ketua pengurus Masjid Raya Sumbar Sobhan Lubis setelah dilakukan pemotongan hewan dilakukan pembagian daging tersebut kepada yang berhak menerima.

Baca Juga  Jelang Rapimnas SMSI Sambangi Kajagung RI

Sebagian ada yang datang langsung yang mengambil daging ke masjid raya namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Namun lebih banyak diantar langsung oleh panitia kurban ke panti-panti asuhan di Sumatera Barat.

“Untuk masyarakat daerah disini dan sekitarnya akan dibagikan melalui Rt/Rw setempat, ini semua bertujuan agar masyarakat tidak semua berkumpul di sini, dan tidak terjadi keruman banyak orang,” jelas Sobhan.(afr)

Komentar

News Feed