oleh

Wartawan Senior Aat Surya Safaat; Perlu Dialog dan Rekonsliasi Antar Kelompok di Palestina

Wartawan Senior Aat Surya Safaat; Perlu Dialog dan Rekonsliasi Antar Kelompok di Palestina

JAKARTA, Siberindo- Wartawan senior Aat Surya Safaat menyarankan perlunya dialog antar pemuka agama Yahudi, Islam, dan Kristen untuk mencari solusi bagi terciptanya keadilan di Palestina.

Ketika tampil sebagai pembicara pada diskusi bulanan Lingkar Merdeka SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (1/6/2021), Ia menghimbau perlunya rekonsiliasi substantif antara kelompok Hamas dan Fatah serta sayap perjuangan Palestina lainnya guna menghindari penyusupan yang bisa memperlemah perjuangan bagi pembebasan dan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga  Bawaslu Sumbar Layangkan 39 Surat Teguran dan 3 Pembubaran Kampanye

Aat yang pernah bertugas sebagai Kepala Biro ANTARA di New York serta banyak bergaul dengan wartawan Arab dan Israel di Markas Besar PBB, memiliki banyak catatan tentang perjuangan Palestina dari dulu hibgga sekarang.

“Kami dari kalangan jurnalis Indonesia bersama Pemerintah dan rakyat Indonesia Insya Allah konsisten berada di pihak Palestina serta mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang tidak menghendaki adanya penjajahan di muka bumi,” katanya.

Baca Juga  Dhimam Abror Djuraid ; Holokaus di Palestina

Kepala Biro ANTARA New York periode 1993-1998 itu menambahkan, Palestina telah berjasa besar bagi kemerdekaan Indonesia karena bangsa Palestina-lah yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dikatakannya, setahun sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 6 September 1944, Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini memberikan dukungan secara terbuka bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Proklamasi Kemerdekaa Indonesia, Syekh Al-Husaini atas nama bangsa Palestina mengakui Kemerdekaan RI sebagaimana dikemukakannya dalam siaran radio berbahasa Arab dari persembunyiannya di Jerman yang kemudian disiarkan media massa secara luas.

Baca Juga  Dubes Palestina Dr.Zuhair Al Shun: Palestina Belum Aman Paska Genjatan Senjata

Sementara di sisi lain Palestina itu sendiri adalah satu-satunya negara di dunia yang belum terbebas dari penjajahan sejak pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.***

Komentar

News Feed