Padang, Siberindo
Selama bulan Ramadan jumlah sampah batok kelapa di Kota Padang, Sumatera Barat, jumlahnya meningkat tajam dibandingkan hari biasanya. Ini tentu karena tingginya konsumsi masyarakat terhadap kelapa muda sebagai minuman berbuka puasa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan di bulan Ramadan ini memang terjadi penambahan volume sampah batok kelapa. “Ya, selama Ramadan ini volume sampah batok kelapa meningkat drastis. Sementara sampah lainnya masih normal,” kata Mairizon, Jumat (30/4) seperti dikutip PilarbangsaNews, jaringan Siberindo.Co.
Sejauh ini, volume sampah masih berkisar antara 400 sampai 500 ton. Hanya saja, volume sampah batok kelapa mengalami peningkatan.
Disebutkan Mairizon, jika di hari biasanya volume sampah batok kelapa hanya 4 truk sehari, bulan Ramadan ini bisa mencapai 7-8 truk sehari. Ini tentu kaitannya dengan peningkatan kebutuhan kelapa muda selama Ramadhan, khususnya untuk masyarakat berbuka puasa.
Kadis Lingkungan Hidup Kota Padang Mairizon.
Begitu juga jumlah trip pengangkutannya yang bertambah. Biasanya 3 trip, sekarang menjadi 4-5 trip. Untuk proses pengangkutannya, petugas kebersihan langsung melakukan penjemputan ke sumber lokasi sampah, diantaranya di kawasan Pantai Padang, Ujung Gurun dan kawasan lainnya di Kota Padang.
“Petugas kita langsung menjemputnya ke lokasi. Oleh karena itu, kita menghimbau kepada pedagang agar bisa meletakkan sampahnya dengan baik dan tidak membuangnya di sembarangan tempat,” imbau Mairizon. (ch/*)











Komentar